Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) berbincang dengan Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Silmy Karim (kiri) saat Public Expose Krakatau Steel 2020 di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (28/1/2020). - ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso.
Premium

75 Tahun Indonesia : Restrukturisasi Menghilangkan 'Karat' Krakatau Steel (KRAS)

04 Agustus 2020 | 19:51 WIB
Setelah 8 tahun merugi, produsen baja nasional PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. akhirnya mencatatkan profit. Namun, restrukturisasi perusahaan baru memasuki tahap awal.

Bisnis.com, JAKARTA — Akhir bulan lalu, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. mengumumkan pencapaian laba bersih sebesar US$4,51 juta sepanjang semester I/2020. Realisasi ini menjadi kabar gembira setelah pada kuartal I/2020, perseroan juga mencatatkan laba bersih senilai US$74,14 juta.

Jika dikonversi ke rupiah, laba bersih tersebut setara dengan Rp64,53 miliar [kurs perseroan Rp14.302 per dolar AS].

Menurut paparan Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim dalam keterangan resmi, Rabu (29/7/2020), berlanjutnya perolehan laba bersih disebabkan oleh turunnya biaya operasional perusahaan sebesar 27,5 persen secara year-on-year (yoy). Hal ini juga sejalan dengan proyeksi perusahaan.

"KRAS juga telah mampu menurunkan biaya secara signifikan dan penurunan biaya ini terus konsisten dilakukan sepanjang 2020. Ke depan, kami makin yakin perseroan akan mampu lebih bersaing dengan produk baja impor,” jelasnya.

Silmy melanjutkan setelah restrukturisasi selesai, nantinya emiten berkode saham KRAS itu akan merealisasikan berbagai agenda lain seperti spin off fasilitas blast furnace untuk dikerjasamakan dengan mitra strategis. Selain itu, melanjutkan kemitraan yang sudah terjalin, seperti dengan Posco Korea.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada hari yang sama, KRAS juga kedatangan tiga anggota komisaris baru. Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Suhanto yang kini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemendag), Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Trisasongko Widianto, dan David Pajung sebagai komisaris baru perusahaan baja nasional itu.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top