Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Saham farmasi terkerek sentimen vaksin virus corona (Bisnis - Dedi Gunawann)
Premium

Kapitalisasi Pasar Tembus Rp115,95 Triliun, Mana Saham Farmasi Paling Cuan?

21 Juli 2020 | 18:30 WIB
Dalam tiga bulan, kapitalisasi pasar emiten sektor farmasi naik 21,78 persen. Kok bisa ya?

Bisnis.com, JAKARTA— Sebagian besar emiten farmasi mencatatkan pertumbuhan harga saham secara tahun berjalan. Kenaikan tersebut ternyata berasal dari kinerja dalam tiga bulan terakhir yang mampu melambungkan kapitalisasi pasar. Kok bisa ya?

Pada perdagangan Selasa (21/7/2020), dari sembilan emiten farmasi, semua harga saham ditutup menghijau. Kesembilan emiten tersebut yakni PT Indo Farma Tbk. (INAF), PT Kalbe Farma Tbk. (KAEF), PT Phapros Tbk. (PEHA) dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO).

Kemudian, PT Pyridam Farma Tbk. (PYFA), PT Darya-Varia Laboratoria Tbk. (DVLA), PT Tempo Scan Pacific Tbk. (TSPC), PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) dan PT Merck Tbk. (MERK).

Menariknya, harga saham INAF dan KAEF berada di puncak dengan kenaikan tertinggi. Harga saham INAF ditutup menguat 24,9 persen ke level Rp1.505 per saham.

Sebagai imbasnya, kapitalisasi pasar emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu mencapai Rp4,66 triliun atau naik dari posisi tiga bulan lalu, Rp3,66 triliun.

Nasib yang sama dialami KAEF yang mencicipi kenaikan harga saham sebesar 24,73 persen menjadi Rp1.715 per saham. Atas kenaikan harga tersebut, kapitalisasi pasar KAEF pun naik dari Rp7,58 triliun menjadi Rp9,53 triliun.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top