Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pasar modal dibayangi gelombang emiten yang mengajukan permohonan PKPU kendati pasar saham mulai menguat. (Bisnis - Eusebio Chrysnamurti)
Premium

Pasar Modal Dibayangi Gelombang Emiten Pemohon PKPU

16 Juli 2020 | 16:30 WIB
Beberapa emiten kadung mengajukan PKPU di tengah corona. Bagaimana kondisi pasar modal ke depannya?

Bisnis.com, JAKARTA— Kendati pandemi virus corona baru mulai pada Maret, ternyata mampu memperparah dampak terhadap kinerja emiten. Gelombang emiten yang mengajukan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) masih membayangi pasar modal di tahun ini.

Kendati pasar saham mulai bangkit dari koreksinya yang terjadi sepanjang tahun ini, ternyata hal itu tak mampu melepas masalah keberlangsungan bisnis yang harus dihadapi sejumlah emiten.

Tercatat, pasar saham pada perdagangan Kamis (16/7/2020) menguat dengan pergerakan di level baru yakni 5.000. Namun, potret positif tersebut tak memberikan pengaruh terhadap kinerja sejumlah emiten.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, setidaknya terdapat tujuh emiten yang tengah menyatakan permohonan PKPU. Hal itu, terlihat pada daftar emiten yang mendapatkan notasi khusus.

Bursa menandai kode saham emiten yang memiliki masalah ini dengan huruf M. Tujuh emiten yang telah mendapatkan ‘tato’ ini yaitu PT Hanson International Tbk. (MYRX), PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. (TELE), PT First Indo American Leasing Tbk. (FINN) dan PT Kota Satu Properti Tbk. (SATU).

Kemudian, tiga emiten lainnya yang mendapatkan tanda yang sama yakni PT Atlas Resources Tbk. (ARII), PT Nipress Tbk. (NIPS) dan PT Cowell Development Tbk. (COWL) yang baru bergabung.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top