Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Nasib Huawei, perusahaan teknologi asal China terbilang tragis karena kali ini harus ditendang dari Inggris setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memberikan batas waktu untuk meninggalkan Britania Raya hingga 2021. (Jason Alden - Bloomberg)
Premium

Nasib Tragis Huawei Tak Berkesudahan Setelah Ditendang Inggris

15 Juli 2020 | 15:30 WIB
Teknologi 5G yang dikembangkan Huawei memantik gelombang penolakan. Tak hanya di Amerika Serikat, Inggris kini menempuh jalan yang sama. Bagaimana ya nasib Huawei selanjutnya?

Bisnis.com, JAKARTA— Bak petir di siang bolong pernyataan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson saat melarang Huawei beroperasi di jaringan 5G Britania Raya Inggris bikin bos perusahaan telekomunikasi BT Group Plc terkejut.

CEO BT Group Plc, Philip Jansen menilai manuver tersebut akan jadi momentum yang bisa mengubah peta teknologi dunia sehingga dia meminta Johnson memikirkannya sekali lagi.

Huawei terlanjur memasang infrastruktur penunjang mereka di jaringan Inggris. Kata Jansen, memberangus semuanya dalam sekejap adalah hal mustahil.

“Setidaknya perlu satu dekade [10 tahun] untuk membersihkan keberadaan Huawei,” paparnya, dikutip dari Financial Times.

Namun, Boris Johnson enggan berubah pikiran. Pada Selasa (14/7/2020) sore waktu setempat sang Perdana Menteri telah mengadakan pertemuan tertutup dengan petinggi Dewan Intelejen Inggris. Hasilnya bulat: Huawei harus ditendang dari sistem jaringan 5G Britania Raya. Perusahaan teknologi asal China itu diberi waktu untuk angkat kaki paling lambat pada 2027.

Inggris sebenarnya bukan negara yang inferior dengan keberadaan Huawei. Saat negara-negara seperti Australia, Selandia Baru, Jepang, dan Taiwan termakan propaganda Donald Trump soal potensi bahaya dari akses jaringan 5G Huawei, pada awal 2019 Johnson cenderung kalem.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top