Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Sejumlah emiten harus menghadapi 2020 dengan berat karena dikepung PKPU. ( Bisnis - Nurul Hidayat)
Premium

Saat Emiten Berada di Jurang Kepailitan

10 Juli 2020 | 05:30 WIB
Tahun 2020 menekan kondisi keuangan sejumlah emiten. Tak hanya gagal bayar, kini nasib mereka berada di jurang kepailitan. Siapa saja ya mereka?

Bisnis.com, JAKARTA— Badai virus corona masih menghantui pasar modal. Sebagai imbasnya, beberapa emiten tumbang, tak mampu bayar utang dan di ambang kebangkrutan.

Dari data Bursa Efek Indonesia, hingga saat ini terdapat 92 emiten yang bernotasi khusus. Adapun, enam di antaranya mendapat notasi khusus karena proses kepailitannya.

Lima emiten yang tengah mengajukan penundaan kewajiban pembayaran utang yakni PT Atlas Resources Tbk. (ARII), PT Kota Satu Properti Tbk. (SATU), PT Hanson International Tbk. (MYRX), PT Express Transindo Utama Tbk. (TAXI), PT First Indo American Leasing Tbk. (FINN) dan PT Nipress Tbk. (NIPS) sehingga mendapat tanda M.

Namun, hanya satu emiten yang mendapat tanda B yakni PT Golden Plantation Tbk. (GOLL). Emiten sektor perkebunan sawit itu pun mendapatkan notasi L karena belum menyampaikan laporan keuangan. Dari pergerakan harga sahamnya, saham GOLL tak memiliki aktivitas perdagangan yang cukup aktif.

Saham seharga Rp50 itu terakhir kali mencatatkan transaksi pada enam bulan lalu dengan nilai Rp40 miliar. Sementara itu, pada periode tiga tahun terakhir, tercatat aksi jual bersih oleh asing sebesar Rp1,13 miliar.

Perusahaan pun tercatat mengecap pertumbuhan laba pada 2014. Perusahaan afiliasi PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. (AISA) itu tengah mencari investor untuk mengangkat kembali kinerja perusahaan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top