Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja di smelter logam dasar. - Bloomberg / David Gray
Premium

Harga Logam Berpendar: Emiten Tambang Mana Paling Diuntungkan?

10 Juli 2020 | 09:27 WIB
Pemulihan harga logam dunia pada paruh kedua 2020 mengerek kinerja emiten logam. Siapa dari 10 emiten penambang logam dasar yang mencatatkan peningkatan harga saham bulanan terkuat?

Bisnis.com, JAKARTA – Harga logam dasar dunia perlahan mulai berpendar. Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Rabu (8/7/2020) harga nikel di bursa LME bergerak naik 0,1 persen ke level US$13.493 per ton.

Penguatan itu pun diikuti oleh harga tembaga yang juga naik 0,71 persen ke level US$6.232, kembali ke level awal tahun. Kemudian, timah pun mengekor dengan menguat 0,62 persen ke US$17.075 per ton

Kenaikan ini secara bulanan telah membawa nikel menjulang 10,25 persen, menyusul tembaga 5,56 persen, alumunium 3,79 persen. Sementara timah melemah 0,42 persen.

Meski begitu, sepanjang tahun berjalan (year-to-date/YtD), kinerja logam mulia masih dalam jalur perlambatan kecuali tembaga. Bloomberg mencatat kinerja alumunium masih tertekan  minus 8,01 persen, nikel (-3,79 persen), timah (-0,58 persen), sedangkan tembaha naik 0,94 persen.

Direktur Keuangan PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) Bernardus Irmanto mengatakan bahwa dengan harga nikel yang berada di jalur kenaikan, pihaknya optimistis dapat mencapai target kinerja keuangan 2020 di bawah banyak tantangan bisnis akibat pandemi Covid-19.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top