Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawan menanta uang rupiah di kantor cabang Bank BRI syariah, Senin (3/7/2017). Bisnis - Abdullah Azzam
Premium

Merger Anak BUMN: Setinggi Apa Saham BRI Syariah (BRIS) Mampu Menjulang?

08 Juli 2020 | 09:20 WIB
PT Bank BRI Syariah Tbk. (BRIS) mencatatkan saham pada 2018 dengan harga perdana Rp510

Bisnis.com, JAKARTA – Saham PT Bank BRI Syariah Tbk. (BRIS) terus menanjak setelah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan merger Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (BUS) milik BUMN segera dilakukan.

Bahkan, Erick telah memasang target. Waktu perampungan merger ini juga sudah ditetapkan, Februari 2021.

Dalam sepekan terakhir, saham BRIS telah menanjak 14,14 persen ke level Rp452 per saham.

 “Kami sedang mengkaji bank-bank syariah ini jadi satu, insyaallah Februari tahun depan [2021] jadi satu, Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, dan sebagainya,” kata Erick, Kamis (2/7/2020).

Lalu, apakah tren penguatan ini mampu melewati harga saham BRIS level harga perdana atau harga saat initial public offering (IPO). Saat pencatatan saham perdana pada 9 Mei 2018, harga IPO BRIS adalah Rp510 per saham.

Harga saham BRIS dalam perjalanannya di lantai bursa sempat mencapai level tertinggi di Rp650 per saham pada 24 Agustus 2018. Namun, setelah itu, saham BRIS perlahan-lahan lungsur dan tidak pernah kembali mencapai level yang sama.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top