Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pengiriman ponsel pintar diperkirakan akan terkoreksi hingga kuartal III - 2020 akibat pandemi virus corona. Nasib emiten peritel ponsel pun semakin terjepit dengan beban utang yang tinggi dan penjualan yang tipis. (Istimewa)
Premium

Langkah Gontai Emiten Peritel Gawai

07 Juli 2020 | 05:00 WIB
Maraknya smartphone berteknologi canggih di Tanah Air ternyata sulit mengangkat sejumlah kinerja emiten peritel ponsel

Bisnis.com, JAKARTA— Tutupnya beberapa gerai ritel ponsel menjadi salah satu tanda bahwa kecanggihan smartphone di pasar ternyata tak mampu mengangkat kinerja para emiten peritel gawai di pasar modal. 

Seperti apa prospek bisnis potret industrinya saat ini?

Mengacu pada data Wearesocial pada Januari 2020, pengguna internet di Indonesia mencapai 175,4 juta dengan 171 juta di antaranya merupakan pengakses internet ponsel.  

Di sisi lain, International Data Corporation (IDC) mencatat pengiriman ponsel pintar ke pasar Indonesia pada kuartal I/2020 mencapai 7,5 juta buah atau turun hingga 7,3 persen secara tahunan dan 24,1 persen secara kuartalan akibat pandemi virus corona.

Pasar ponsel pintar dalam negeri akan terus mengalami turbulensi hingga kuartal III/2020 meskipun penerapan pemberantasan ponsel ilegal bakal berpengaruh positif secara jangka panjang. Artinya, masih ada ruang bagi peritel ponsel kendati relatif sempit karena dari sisi penetrasi ponsel, hampir mencapai titik jenuh. 

Bagaimana dengan di pasar modal? Berdasarkan data yang dirangkum Bisnis, setidaknya terdapat empat emiten peritel gawai di pasar modal. Dering paling nyaring mungkin terdengar dari PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top