Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dibayangi Kasus Baru Covid-19, IHSG Naik 1,42 Persen dalam Sepekan​

Dalam Sepekan terakhir, indeks bergerak di kisaran 4.862,041 hingga 4.997,482. Total transaksi saham mencapai Rp32,2 triliun, disumbang transaksi oleh investor domestik sebesar 70,02 persen 29,98 persen oleh investor asing.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 03 Juli 2020  |  19:07 WIB
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah bergerak di area negatif pada awal perdagangan pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat hingga akhir perdagangan Jumat (3/7/2020).

Dikutip dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks berhasil menguat 1,42 persen setelah dibuka pada level 4.904,088 pada awal pekan dan ditutup menghijau ke level 4.973,794. Sepekan terakhir, indeks bergerak di kisaran 4.862,041 hingga 4.997,482.

Adapun, selama seminggu terakhir, total transaksi bursa mencapai Rp32,2 triliun yang didominasi 70,02 persen oleh investor domestik dan 29,98 persen oleh investor asing. Dalam periode tersebut, total jual bersih asing mencapai Rp1,59 triliun.

Pada awal perdagangan, Senin (29/6/2020), indeks masih tertekan oleh sentimen gelombang kedua pandemi Covid-19.

Pada hari yang sama, aksi jual bersih asing terpantau cukup tinggi sebesar Rp125,44 miliar dari total turnover sebesar Rp506 miliar pada saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk., padahal periode tersebut merupakan momentum cum dividen bagi emiten pelat merah tersebut.

Setelah ditutup melemah pada awal perdagangan, indeks mulai menanjak pada keesokannya harinya, Selasa (30/6/2020). Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengungkapkan ada kemungkinan aksi window dressing dilakukan oleh para fund manager pada sesi penutupan kuartal II/2020.

“Kami percaya hal itu dapat mengangkat IHSG di mana pada saat yang sama masih ada banyak saham undervalued yang dapat dibeli secara selektif oleh investor,” ujarnya melalui riset harian, Selasa (30/6/2020).

Selanjutnya, emiten yang bergerak di bidang kemasan fleksibel PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk. mengumumkan pelaksanaan Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) pada Rabu (1/7/2020).  

Emiten berkode saham EPAC tersebut menjadi perusahaan terbuka pertama dan menjadi emiten yang terkena pemberlakuan auto reject atas (ARA) pertama di awal semester kedua tahun ini. 

Hingga akhir perdagangan pekan ini, IHSG berhasil ditutup menguat tipis 0.14 persen atau 7,01 poin ke level 4.973,79, Jumat (3/7/2020). IHSG dinilai menguat sejalan dengan bursa saham di Asia yang juga terapresiasi. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG covid-19
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top