Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mayoritas Bursa Asia Berbalik Merah, IHSG Masih Melejit di Akhir Sesi I

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG menguat terpantau menguat 1,87 persen atau 86,92 poin ke level 4.728,48 di akhir perdagangan sesi I.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 28 Mei 2020  |  12:34 WIB
Pengunjung berada di dekat layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (27/7/2020). Bisnis - Abdurachman
Pengunjung berada di dekat layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (27/7/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bertahan menguat tajam lebih dari 1 persen hingga akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (28/5/2020).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG menguat terpantau menguat 1,87 persen atau 86,92 poin ke level 4.728,48 di akhir perdagangan sesi I. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran 4.638,81-4.741,60.

Sebelumnya, indeks mengawali perdagangan dengan penguatan 0,84 persen atau 39,20 poin ke level 4.680,76 di awal perdagangan hari ini dari level penutupan sebelumnya. Adapun pada perdagangan Rabu (27/5/2020), IHSG mampu ditutup menguat 0,32 persen atau 14,76 poin ke level 4.641,55.

Penguatan indeks ini ditopang oleh 8 dari 10 sektor dalam IHSG yang bergerak positif, dipimpin sektor properti yang menguat 4,18 persen dan industri dasar yang naik 2,65 persen. Di sisi lain, sektor tambang dan infrastruktur melemah masing-masing 0,52 persen dan 0,17 persen.

Total transaksi di Bursa Efek Indonesia hingga akhir sesi I mencapai Rp6,96 triliun dengan volume perdagangan 5,04 miliar lembar saham. Investor asing mencatat net sell sebesar Rp115,31 miliar.

Saham PT Bank Central Asia Tbk menjadi incaran utama investor asing di sesi I dengan nilai net buy Rp322,1 miliar. Terpaut tipis di posisi kedua PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan net buy Rp314,17 miliar.

Indeks saham lainnya di Asia rata-rata berbalik melemah. Indeks Shanghai Composite melemah 0,35 persen, indeks Hang Seng melemah 1,81 persen, sedangkan indeks Kospi turun 0,37 persen.

Di sisi lain, indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang menguat masing-masing 1,51 persen dan 1,02 persen.

Tim riset Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak menguat didorong kenaikan bursa AS dan global.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks saham acuan S&P 500 ditutup naik tajam 1,48 persen atau 44,36 poin ke level 3.036,13. Indeks S&P 500 naik ke level tertingginya dalam 11 pekan dan bertahan di atas level 3.000, level teknis yang dipandang penting oleh para pengamat grafik.

Sejalan dengan S&P, indeks Nasdaq Composite menguat 0,77 persen atau 72,14 poin ke posisi 9.412,36 dan indeks Dow Jones Industrial Average bahkan berakhir melonjak 2,21 persen atau 553,16 poin ke level 25.548,27.

“Melihat naiknya sentimen positif dari pasar AS dan Eropa, pasar global diperkirakan masih akan dalam tren menguat pada minggu ini. Sementara pada bursa domestik kami menilai IHSG berpotensi mengikut penguatan global didorong oleh sektor infra dan industri dasar yang menguat minggu ini,” ungkap tim riset Samuel Sekuritas, Rabu (28/5/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham bursa Indeks BEI
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top