Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Premium

Investor Domestik Dinanti di Pasar Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah turun lebih dari 25 persen sejak awal 2020. Investor domestik pun dinantikan kehadirannya untuk membantu menopang pasar saham dalam negeri.
M. Nurhadi Pratomo & Wibi Pangestu Pratama
M. Nurhadi Pratomo & Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 17 Maret 2020  |  14:14 WIB
Pengunjung menggunakan smarphone memotret layar monitor yang menampilkan pergerakan perdagangan harga saham Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (12/3/2020). - Bisnis/Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan smarphone memotret layar monitor yang menampilkan pergerakan perdagangan harga saham Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (12/3/2020). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — “Apakah bapak dan ibu diam-diam saja melihat saham yang turun puluhan persen sejak awal tahun ini?” ujar Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi di hadapan investor pengelola dana publik, Senin (16/3/2020).

Pernyataan itu disampaikannya seiring dengan terus terkoreksinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama beberapa waktu terakhir. IHSG tercatat sudah merosot lebih dari 25,54 persen sepanjang tahun berjalan hingga awal pekan ini.

Pada Senin (16/3/2020), IHSG ditutup di level 4.690,66. Sementara itu, pada sesi I perdagangan Selasa (17/3), indeks parkir di zona merah dengan koreksi sebesar 195,96 poin atau 4,18 persen ke level 4.494,69.

Melalui pertanyaan tadi, BEI seakan mengajak investor institusi domestik untuk rasional menghadapi gejolak pasar modal dan selektif membeli saham yang prospektif. Inarno mengatakan penurunan IHSG hingga lebih dari 25 persen merupakan yang terbesar kedua sejak krisis 2008, ketika indeks anjlok hingga 50 persen.

Anda sedang membaca Premium Konten
Silahkan daftar gratis atau login untuk melanjutkan membaca artikel ini.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top