Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan pabrik Polyethylene (PE) baru berkapasitas 400.000 ton per tahun di kompleks petrokimia terpadu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP), Cilegon, Banten, Selasa, (18/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya
Premium

Menebak Arah Saham TPIA Usai Restu Rights Issue

11 Februari 2020 | 11:00 WIB
Emiten petrokimia, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk., yang batu saja terdepak dari daftar Indeks LQ45, berencana melepas sebanyak-banyaknya 7,1 miliar saham melalui aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Berapa kira-kira harga pelaksanaan rights issue TPIA?

Bisnis.com, JAKARTA — Pekan lalu, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA), emiten petrokimia, mendapat restu dari pemegang saham untuk melepas sebanyak-banyaknya 7,1 miliar saham melalui aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Direktur Chandra Asri Petrochemical Suryandi menyebut Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta pada Rabu (5/2/2020), menyetujui jumlah maksimal penerbitan saham baru sebanyak 7,1 miliar saham dengan nilai nominal Rp200 per saham.

Adapun, berkaitan dengan tanggal pelaksanaan rights issue, harga pelaksanaan dan jumlah pasti penerbitan saham baru akan diumumkan selanjutnya dalam rentang 12 bulan ke depan.

Pada perdagangan Senin (10/2/2020), harga saham TPIA ditutup naik 0,28 persen ke level Rp8.825 per lembar saham dengan kapitalisasi pasar Rp157,38 triliun. Adapun, jumlah total saham TPIA saat ini berjumlah 17,83 miliar saham.

Sementara itu, komposisi pemegang saham TPIA per 31 Januari 2020 terdiri dari PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) 41,88 persen (7,46 miliar saham), SCG Chemicals Co. Ltd. 30,57 persen (5,45 miliar saham), Prajogo Pangestu 14,80 persen (2,63 miliar saham), Marigold Resources Pte. 4,75 persen (846,81 juta saham), dan publik 7,99 persen (1,42 miliar saham).

Sebelumnya per 31 Desember 2019, berdasarkan data RTI, kepemilikan Prajogo tercatat 13,99 persen atau 2,49 miliar saham, sedangkan kepemilikan publik 8,81 persen atau 1,57 miliar saham. Artinya, sepanjang 2020, Prajogo, sang pemilik Chandra Asri, telah menambah kepemilikannya di TPIA sebanyak 144,45 juta lembar saham.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top