Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Gedung Astra International. - Istimewa
Premium

Historia Bisnis : Mimpi Keluarga William Soeryadjaya Setelah Melepas Astra

23 Januari 2020 | 12:53 WIB
Sejumlah 100 juta saham Astra, milik keluarga William dijual dengan harga Rp10.000 per lembar. Kelompok yang turut membeli saham Astra itu adalah 16 orang pengusaha (75 juta), dan konsorsium Bank Exim, Bapindo, dan Danamon (15 juta unit).

Bisnis.com, JAKARTA — Pengujung Januari 27 tahun silam, menjadi catatan sejarah tersendiri bagi salah satu korporasi terbesar di Tanah Air, PT Astra International.

Pendiri Astra, William Soeryadjaya resmi melepas 100 juta lembar saham miliknya untuk membantu ‘krisis’ yang dihadapi oleh Bank Summa yang dimiliki salah satu putranya, Edward Soeryadjaya. Bank Summa harus menyelesaikan kewajiban kepada nasabah setelah mengalami likuidasi.

Transaksi penjualan 100 juta lembar saham Astra itu menjadi sorotan utama Harian Bisnis Indonesia di akhir Januari 1993.

Dua artikel di headline utama yang diturunkan Bisnis Indonesia pada 18 Januari dan 19 Januari 1993, semua menyorot transaksi mega yang nilainya mencapai Rp1 triliun.

Selepas penjualan itu, keluarga William Soeryadjaya tetap berkeinginan membeli kembali saham Astra International, sementara itu satu bankir terkemuka menyatakan kasus Astra memunculkan pemikiran penciptaan holding company lebih dari satu.

"Kalau memang saham tersebut kelak di lepas ke bursa, dan kami punya kemampuan untuk membeli, ya kenapa tidak," ujar Edwin Soeryadjaya, putra kedua William Soeryadjaya.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top