Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Sebuah pesawat udara terbang melintas di atas jalan raya saat bersiap mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Senin (14/1/2019). - ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
Premium

Moge dan Sepeda 'Paksa' Garuda Berbenah

06 Desember 2019 | 17:44 WIB
Tahun 2019 menjadi tahun yang memaksa dilakukannya berbagai perubahan di internal PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Bisnis.com, JAKARTA — Pada pertengahan pertama 2019, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. mencuri perhatian masyarakat. Bukan karena mencatatkan prestasi, tapi karena laporan keuangannya bermasalah.

Dalam laporan keuangan 2018, maskapai pelat merah itu mencatatkan laba tahun berjalan sebesar US$5,01 juta. Angka itu berasal dari pengakuan pendapatan kerja sama Grup Garuda Indonesia dengan PT Mahata Aero Technology (Mahata) atas biaya yang wajib dibayarkan oleh Mahata, setelah menandatangani perjanjian konektivitas penerbangan berupa inflight connectivity dan inflight entertainment.

Namun, temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kemudian menyebutkan bahwa laporan keuangan tersebut direkayasa. Garuda pun akhirnya merevisi laporan keuangannya.

Dalam laporan keuangan yang disajikan kembali, perseroan tercatat membukukan rugi tahun berjalan senilai US$175,02 juta.

Pesawat Garuda Indonesia mendarat di salah satu bandara di timur Indonesia./Bisnis-Paulus Tandi Bone

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top