Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Petugas PPSU menyapu trotoar dengan latar belakang layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (27/11/2019). - ANTARA FOTO/Wahyu Putro
Premium

Reksa Dana Tak Menarik Tahun Ini?

04 Desember 2019 | 15:25 WIB
Total pembelian baru reksa dana tahun ini diperkirakan tak mampu melanjutkan tren kenaikan yang setidaknya terjadi sejak 2016.

Bisnis.com, JAKARTA — Dibubarkannya enam produk reksa dana oleh Otoritas Jasa Keuangan dan melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan disinyalir berpengaruh terhadap pembelian baru reksa dana pada tahun ini.

Pada 22 November 2019, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membubarkan enam produk milik PT Minna Padi Aset Manajemen karena menawarkan imbal hasil pasti (fixed return) dalam jangka waktu tertentu. Pihak manajer investasi pun diminta untuk mengembalikan dana investasi produk tersebut paling lambat 7 hari bursa sejak likuidasi dilakukan.

Mengacu kepada data Infovesta Utama per 31 Oktober 2019, keenam produk itu memiliki total dana kelolaan sebesar Rp5,75 triliun.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat terkoreksi 3,48 persen ke level 6.011 sepanjang bulan lalu.

Berdasarkan data OJK, kinerja total pembelian baru atau net subscription reksa dana hingga November 2019 mencapai Rp64,8 triliun. Khusus November 2019, net subscription senilai Rp3,47 triliun merupakan yang terendah sepanjang paruh kedua tahun ini.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top