Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Navigasi Pasar: IHSG Akhir Pekan Diproyeksi Melemah

Atas proyeksi tersebut, Dennies merekomendasikan saham beberapa emiten untuk dicermati yakni ICBP, MEDC, ACES dan JPFA.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 29 November 2019  |  07:42 WIB
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada akhir pekan, Jumat (29/11/2019) diproyeksi melemah.

Dikutip dari hasil risetnya, Kamis (28/11), analis teknikal Artha Sekuritas, Dennies Christoper Jordan mengatakan secara teknikal pergerakan IHSG dari sisi indikator candlestick bakal membentuk lower high dan lower low. Sementara itu, indikator MACD menunjukkan tren distribusi yang berarti membuka peluang pelemahan.

Kendati demikian, dia menyebut pergerakan indikator stochastic mengindikasikan pelemahan yang terbatas karena mulai menyentuh area jenuh jual atau oversold. Oleh kare itu, pergerakan IHSG bakal berada di rentang titik support 5.920 hingga 5.888 dan titik resistensi di level 6.011 hingga 6.070.

Adapun, pelemahan terjadi pada perdagangan sebelumnya. Perdagangan Kamis (28/11) juga ditutup melemah dan mengantarkan IHSG ke level 5.953,6 atau turun 1,16%. Pelemahan tersebut ditopang sektor infrastruktur yang turun paling dalam yakni sebesar 2,3% dan pertambangan yang turun 2,18%.

Atas proyeksi tersebut, Dennies merekomendasikan saham beberapa emiten untuk dicermati yakni ICBP, MEDC, ACES dan JPFA.

“Secara teknikal candlestick membentuk lower high dan lower low, indikator MACD mengindikasikan trend distribusi menunjukkan potensi pelemahan,” katanya.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

Kepala Riset PT Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi mengatakan pergerakan IHSG memberikan sinyal bearish setelah menyentuh break out di titik support 6.000 dan indikator RSI menyentuh titik cukup rendah. Pergerakan pesimistis tersebut berlanjut pada fibonacci retracement 127,2% di kisaran 5.890.

Dia juga menuturkan pola wave yang terbentuk dalam wave 3 cenderung pesimistis dengan arah pergerakan fibonacci retracement 161,8% di kisaran 5.770 bila mampu menyentuh break out di level 5.890. Oleh karena itu, dia menuturkan pergerakan IHSG berada di titik support dan resistensi yakni 5.892 dan 6.000 secara berturut-turut.

Atas proyeksi kondisi perdagangan hari ini, Lanjar menyarankan agar investor mencermati pergerakan saham beberapa emiten seperti INKP, JPFA, MAIN, UNVR, TLKM, LPPF dan RALS.

“Sehingga pada akhir pekan, kami memperkirakan IHSG masih akan tertekan dengan support resistance 5.892-6.000,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top