Investor Cari SUN Tenor Panjang

Investor diperkirakan mencari instrumen tenor panjang pada lelang surat utang negara (SUN) pada Selasa (8/10/2019) karena tingginya peluang pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 06 Oktober 2019  |  11:14 WIB
Investor Cari SUN Tenor Panjang
Ilustrasi - Eurobonds - Bisnis/youtube

Bisnis.com, JAKARTA--Investor diperkirakan mencari instrumen tenor panjang pada lelang surat utang negara (SUN) pada Selasa (8/10/2019) karena tingginya peluang pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed.

Kepala Riset Infovesta Utama, Wawan Hendrayana mengatakan ekspektasi investor terhadap pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed semakin tinggi sehingga instrumen tenor panjang menjadi perhatian. Menurutnya, SUN dengan tenor di atas 10 tahun menjadi semakin menarik dengan proyeksi turunnya suku bunga acuan pada akhir bulan ini. The Fed diperkirakan kembali memangkas suku bunga acuan untuk yang ketiga kalinya dengan bobot 25 basis poin.

Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Jumat (4/10/2019), Pemerintah menetapkan target indikatif Rp15 triliun dan target maksimal Rp30 triliun dari penawaran tujuh seri SUN. Adapun, SUN kupon diskonto diwakili SPN12200106 dan SPN12201009. SUN seri SPN12200106 jatuh tempo pada 6 Januari 2020 dan seri SPN12201009 yang merupakan seri baru, jatuh tempo pada 9 Oktober 2020.

Seri lain yang ditawarkan merupakan seri lama yakni FR0081 dengan kupon 6,5% dan jatuh tempo pada 15 Juni 2025, FR0082 dengan kupon 7% dan jatuh tempo pada 15 September 2030 serta FR0080 dengan kupon 7,5% yang jatuh tempo pada 15 Juni 2035.

Terakhir, seri FR0079 yang menawarkan kupon 8,375% dan jatuh tempo pada 15 April 2039 serta FR0076 dengan kupon 7,375% dan jatuh tempo pada 15 Mei 2048.

"Saat tren suku bunga turun obligasi jangka panjang 10 tahun keatas menjadi yang paling menarik," ujarnya, saat dihubungi Jumat (4/10/2019).


Lebih lanjut, dia menyebut secara umum, pasar obligasi cukup menarik dengan kondisi rendahnya suku bunga acuan dan inflasi yang rendah. Hal itu menyebabkan selisih imbal hasil yang ditawarkan SUN dengan Tresuri AS cukup lebar sehingga investor asing cenderung melirik aset yang masih memberikan imbal hasil menarik.

Dengan pertimbangan itu, dia memperkirakan penawaran yang masuk akan menyentuh kisarah Rp25 triliun hingga Rp30 triliun.

"Saat ini minat investor terutama asing terhadap obligasi sedang menguat terkait tren suku bunga turun dan juga kekhawatiran ekonomi [AS] menuju resesi, di mana SUN yang dipandang aman dan memberikan imbal hasil yang menarik menjadi diburu," katanya.

Dihubungi terpisah, Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia, Ramdhan Ario Maruto mengatakan selama sepekan, pasar obligasi cenderung dinamis. Namun, di pekan depan diprediksi pasar memiliki peluang untuk menguat meskipun terbatas akibat faktor eksternal.

Oleh karena itu, dia memperkirakan penawaran masuk dalam lelang bakal mencapai Rp35 triliun hingga Rp40 triliun.

"Ini volume market di akhir minggu cukup atraktif, permintaan akan cukup tinggi di angka Rp35 triliun hingga Rp40 triliun," katanya.

Di sisi lain, investor bakal mempertimbangkan masa lelang terakhir karena di kuartal IV/2019 Pemerintah rencananya akan melakukan lelang sebanyak 11 kali. Menurutnya, investor akan memburu seri SUN yang diproyeksi akan menjadi seri acuan pada tahun depan yakni seri FR0081 dan FR0082. Dengan demikian, investor bisa mendapatkan harga lebih rendah sebelum seri tersebut menjadi seri acuan pada tahun depan.

"Yang dicari seri 81, 82 karena akan jadi seri acuan dan Pemerintah juga mau nambah outstanding," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sun

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top