IPO Saham Bhakti Agung Oversubscribed 9,7 Kali

Animo investor untuk membeli saham perdana PT Bhakti Agung Propertindo Tbk. (BAPI) diklaim sangat tinggi. Buktinya, penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham Bhakti Agung pada 3-9 September 2019 kelebihan permintaan (oversubscribed) 9,7 kali.
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 12 September 2019  |  18:04 WIB
IPO Saham Bhakti Agung Oversubscribed 9,7 Kali
Pengunjung berjalan di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (10/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA - Animo investor untuk membeli saham perdana PT Bhakti Agung Propertindo Tbk. (BAPI) diklaim sangat tinggi. Buktinya, penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham Bhakti Agung pada 3-9 September 2019 kelebihan permintaan (oversubscribed) 9,7 kali.

Direktur NH Korindo Sekuritas, penjamin emisi (underwriter) efek IPO Bhakti Agung, Amir Suhendro Samirin menuturkan jumlah saham yang ditawarkan ke publik (pooling) selama IPO mencapai 16 juta, sedangkan permintaan yang masuk mencapai 156 juta.

Adapun total saham yang dilepas perusahaan properti ini melalui IPO mencapai 1,6 miliar atau 30% dari total saham. Total dana yang diraup perseroan mencapai Rp251 miliar. Perseroan juga akan melepas 1,3 miliar waran seri I. Rasionya, pemegang 100 saham mendapatkan 80 waran. 

Pencatatan (listing) saham BAPI di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan berlangsung Senin, 16 September 2019. Selain NH Korindo, penjamin emisi IPO BAPI adalah PT MNC Sekuritas.

"Ada 580 investor yang membeli saham IPO Bhakti Agung, terdiri atas ritel 407 pihak dan institusi 173 pihak," kata Amir di Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Menurut dia, investor memburu saham BAPI karena memiliki proyek di lokasi strategis, yakni Ciledug, Tangerang, Banten. Wilayah ini terhubung dengan jalur Trans Jakarta dan sangat dekat dengan tol JORR, Bintaro, dan Stasiun Sudimara.

Kawasan ini, kata dia, juga dekat dengan fasilitas umum, seperti mal, rumah sakit, dan pusat bisnis. Apalagi, apartemen perseroan ditawarkan dengan harga menarik.

Di kawasan ini, perseroan menggarap proyek Green Cleosa Apartment and Condotel. Proyek tersebut mencakup dua menara, yakni tahap pertama, Tower Berosa dan Stikes. Lalu, tahap kedua, Tower Arcleo dan kondominium hotel (kondotel).

Amir melanjutkan potensi pasar properti di Tangerang sangat menjanjikan, karena didukung sarana infrastruktur berupa rencana pembangunan beberapa ruas tol serta kedekatan dengan Jakarta dan Tangerang. Ini membuat Tangerang menjadi pilihan menarik bagi pencari properti selain Bekasi dan Bogor, Jawa Barat.

"Kami optimistis kegiatan usaha perseroan masih menarik, ditambah dengan pembangunan apartemen tipe menengah bawah, yakni Green Cleosa. Proyek ini memberikan kesempatan bagi perseroan untuk meningkatkan pendapatan dan laba di masa mendatang," papar dia.

Amir meyakini, dengan selesainya pembangunan dua menara dan satu hotel, serta rencana pembangunan hunian, kinerja keuangan perseroan akan meningkat. Hal ini diharapkan berbanding lurus dengan harga saham BAPI.

Senada dengan Amir, Sekretaris Perusahaan Bhakti Agung Agri Rahardiyan menambahkan animo investor terhadap saham BAPI sangat positif. Sesuai prospektus, perseroan akan menggunakan 20% dana hasil IPO untuk membayar utang dam 80% untuk modal kerja demi menyelesaikan konstruksi apartemen, hotel, dan Stikes.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ipo

Editor : Herdiyan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top