Kurs Tengah Melemah 42 Poin, Kenaikan Dolar AS Bebani Mata Uang Asia

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Senin (17/6/2019) di level Rp14.346 per dolar AS, melemah 42 poin atau 0,29 persen dari posisi Rp14.304 pada Jumat (14/6/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 17 Juni 2019  |  11:31 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Senin (17/6/2019) di level Rp14.346 per dolar AS, melemah 42 poin atau 0,29 persen dari posisi Rp14.304 pada Jumat (14/6/2019).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.418 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.274 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp144.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 25 poin atau 0,17 persen ke level Rp14.350 per dolar AS pada pukul 10.47 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (14/6), rupiah ditutup melemah 0,32 persen atau 45 poin di level Rp14.325 per dolar AS. Nilai tukar rupiah mulai melanjutkan pelemahannya dengan dibuka terdepresiasi 0,08 persen atau 11 poin di level Rp14.336 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.336-Rp14.353 per dolar AS.

Mata uang lainnya di Asia mayoritas juga melemah pada perdagangan pagi ini, dipimpin ringgit Malaysia yang terdepresiasi 0,24 persen.

Sementara itu, pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau melandai 0,080 poin atau 0,08 persen ke level 97,492 pada pukul 10.51 WIB, dari level penutupan sebelumnya.

Pergerakan indeks dolar sebelumnya dibuka turun tipis 0,05 persen atau 0,048 poin di posisi 97,524, setelah pada perdagangan Jumat (14/6) ditutup menguat 0,58 persen di level 97,572.

Dilansir dari Bloomberg, mayoritas mata uang di Asia bergerak lebih rendah karena terbebani kekhawatiran bahwa The Fed kemungkinan belum akan memangkas tingkat suku bunganya pekan ini, setelah rilis serangkaian data ekonomi AS pada Jumat (14/6) mendorong kenaikan dolar AS.

Menurut CME Group’s FedWatch tool, ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam pertemuan The Fed pada 18-19 Juni turun dari 28,3 persen menjadi 21,7 persen.

"Selain data AS yang optimistis, dolar AS didukung oleh pelemahan mata uang lainnya, terutama euro,” ujar Junichi Ishikawa, pakar strategi senior valas di IG Securities, seperti dikutip dari Reuters.

“The Fed mungkin akan memangkas suku bunga cepat atau lambat tetapi kemungkinan begitu juga dengan Bank Sentral Eropa, dan pandangan seperti itu menguntungkan bagi dolar AS,” tambahnya.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)
TanggalKurs

17 Juni

14.346

14 Juni

14.304

13 Juni

14.270

12 Juni

14.234

11 Juni

14.258

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kurs tengah bi

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup