Musim Pembagian Dividen, Minim Dampaknya ke Pasar Obligasi

Efek pembagian dividen emiten saham dalam beberapa waktu mendatang diperkirakan akan relatif minim dampaknya terhadap kinerja pasar obligasi.
Emanuel B. Caesario | 17 Maret 2019 17:27 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Efek pembagian dividen emiten saham dalam beberapa waktu mendatang diperkirakan akan relatif minim dampaknya terhadap kinerja pasar obligasi, kendati sentimen pembagian dividen berpotensi menekan rupiah.

Menjelang akhir batas waktu penerbitan laporan keuangan tahunan 2018, beberapa emiten sudah mulai mengumumkan rencana rapat umum pemegang saham tahunan serta pembagian dividen.

Realisasi pembagian dividen akan menambah likuiditas baru di pasar, tetapi juga berpotensi menghantar dana ke luar negeri karena penerima dividen sebagian adalah investor asing. Hal ini berpotensi menekan kinerja rupiah.

Dhian Karyantono, Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa musim pembagian dividen memang berpotensi memberikan sentimen negatif bagi pergerakan harga surat utang negara (SUN) melalui transmisi depresiasi rupiah terhadap dolar AS.

Hal tersebut dikarenakan pergerakan harga SUN salah satu faktornya ditentukan oleh pergerakan rupiah terhadap dolar AS. Depresiasi rupiah mendorong pelemahan harga SUN, sebaliknya apresiasi rupiah mendorong harga SUN ke arah positif.

Akan tetapi, adanya rilis surplus data neraca perdagangan dari BPS pekan lalu untuk bulan Februari 2019 sebesar US$330 juta berpotensi menjadi data pendukung bagi Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan level BI-7 Days Repo Rate tahun ini pada RDG yang akan digelar pekan ini.

Menurut Dhian, surplus neraca perdagangan ini melengkapi rangkaian ‘puzzle’ ekspektasi turunnya BI 7 DRR tahun ini, yang sebelumnya diawali oleh cenderung dovish-nya RDG BI 2019 dan rendahnya level inflasi Februari 2019.

“Jika pada akhirnya BI memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan pada RDG BI minggu ini, maka dampak negatif musim pembagian dividen saham bagi harga obligasi periode Maret akhir atau April tahun ini tidak akan berlansung lama dan cenderung tidak signifikan,” kata Dhian, Minggu (17/3/2019).

Ramdhan Ario Maruto, Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa sentimen pembagian dividen saham umumnya memang tidak memiliki hubungan langsung dengan pergerakan di pasar obligasi.

Lagipula, besaran pembagian dividen umumnya tidak terlalu signifikan dibandingkan  besaran outstanding surat utang yang beredar di pasar. Disebutkan Ramdhan bahwa tidak semua emiten akan menerbitkan dividen.

Pembagian dividen umumnya tidak berdampak terhadap peringkat surat utang dari korporasi yang menerbitkannya, sehingga tidak juga berdampak terhadap kualitas peringkatnya.

“Saya kira hanya sedikit juga investor obligasi yang pindahkan dananya untuk beli saham karena mengincar dividen,” kata Ramdhan.

Tag : Obligasi, dividen
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top