Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pilarmas Investindo Sekuritas: Investor SUN Fokus pada FOMC Meeting dan Perang Dagang

Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan pasar obligasi akan fokus menanti informasi dan perkembangan rapat Dewan Gubernur The Fed (FOMC Meeting) serta pertemuan China-AS yang berlangsung pada 30-31 Januari 2019.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 30 Januari 2019  |  09:14 WIB
Ilustrasi Surat Utang Negara. - Bisnis.com
Ilustrasi Surat Utang Negara. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan pasar obligasi akan fokus menanti informasi dan perkembangan rapat Dewan Gubernur The Fed (FOMC Meeting) serta pertemuan China-AS yang berlangsung pada 30-31 Januari 2019.
 
Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan jika pasar merespons pertemuan ini dengan positif, tentu akan mendorong imbal hasil untuk bergerak turun. 
 
"Kami merekomendasikan hold hari ini dengan melihat sentimen lebih lanjut. Namun, apabila menilik teknikal analisis dari obligasi, sebetulnya hanya tinggal menunggu momentum sebelum harga obligasi kembali naik," paparnya dalam riset harian, Rabu (30/1/2019).
 
Pergerakan pasar juga dinilai masih turut terbawa oleh sentimen kemarin. Antusiasme investor untuk mengikuti lelang Surat Utang Negara (SUN) dipandang luar biasa.

Animo para pelaku pasar dan investor, serta keyakinan terhadap pasar surat utang masih tercermin dengan adanya total penawaran yang cukup tinggi. Menurut Nico, dengan adanya beberapa ketidakpastian pada beberapa bulan ke depan, para pelaku pasar dan investor mulai masuk ke dalam pasar obligasi pada awal tahun.
 
Pasar obligasi pun dinilai tak kuasa mengalami kenaikan imbal hasil. Tingginya tingkat ketidakpastian masih mendorong imbal hasil untuk tetap memberikan reward yang lebih tinggi. 
 
Dari Brexit, dikabarkan bahwa Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May memenangkan dukungan dari anggota parlemen untuk rencana alternatif (Plan B), untuk membatalkan bagian paling sulit dalam perpisahan dengan Uni Eropa (UE) dan mengadakan perundingan kembali dengan UE. Dia diharapkan kembali ke Brussels dengan membawa daftar perbaikan dalam rencana Brexit yang akan dibahas, di mana salah satu isu utamanya adalah mengenai perbatasan Irlandia. 
 
Nico menilai permasalahan perbatasan Irlandia merupakan pembahasan yang paling kontroversial yang membuat proses ini berlarut-larut. 
 
Dukungan pun kembali mengalir dari Presiden Dewan Eropa Donald Tusk, bahwa UE dapat mempertimbangkan penundaan batas waktu hari terakhir proses Brexit. 
 
"Hal yang paling terpenting adalah menjaga Inggris agar jangan sampai keluar dari blok tanpa kesepakatan apapun. Ini yang menjadi perhatian utama. Proses Brexit menurut kami mengalami kemajuan, meskipun sulit Theresa May tetap bertahan," tuturnya. 
 
Adapun imbal hasil obligasi Zona Amerika ditutup bervariasi, didominasi oleh kenaikan imbal hasil. Kenaikan imbal hasil terbesar berada di Peru (5,59%, +1,1%), sedangkan penurunan terbesar terjadi di Brasil (9%, -9,0%). 
 
Imbal hasil wilayah Zona Eropa ditutup bervariasi, didominasi oleh penurunan imbal hasil. Kenaikan terbesar ada di Portugal (1,66%, +1,9), sedangkan penurunan terdalam ada di Yunani (3,93%, -8,4). 
 
Imbal hasil Asia Pasifik ditutup bervariasi, didominasi oleh penurunan imbal hasil. Kenaikan imbal hasil terbesar ada di Taiwan (0,91%, +5,2), sedangkan penurunan terbesar ada di Hong Kong (1,81%, -3,3). 
 
Imbal hasil Obligasi Indonesia 10 tahun ditutup melemah ke level 8,15% dibandingkan hari sebelumnya yang berada di posisi 8,12%. Imbal hasil obligasi Indonesia 20 tahun ditutup melemah di level 8,57% dibandingkan hari sebelumnya yang sebesar 8,51%. 
 
Minyak Texas ditutup naik di harga US$53,24 per barel dibandingkan hari sebelumnya, yang sebesar US$51,99 per barel. Adapun rupiah ditutup menguat di level Rp14.096 dibandingkan hari sebelumnya, yang berada di posisi Rp14.072,1.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surat utang negara
Editor : Annisa Margrit

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top