Indonesia Ikuti Langkah Thailand, Harga Karet Menguat

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif April 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup menguat 0,32% atau 0,5 poin ke level 155,20 yen per kilogram (kg).
Aprianto Cahyo Nugroho | 26 November 2018 15:14 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Senin (26/11/2018), menyusul langkah pemerintah Indonesia untuk menopang harga.

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif April 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup menguat 0,32% atau 0,5 poin ke level 155,20 yen per kilogram (kg).

Harga karet melanjutkan penguatannya saat dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,26% atau 0,40 poin di posisi 155,1 pagi tadi. Adapun pada perdagangan Jumat (22/11), karet ditutup menguat 1,18% atau 1,8 poin di posisi 154,70 yen per kg.

Adapun harga karet kontrak Januari di bursa komoditas Shanghai ditutup menguat 150 poin atau 1,4% ke posisi 10.850 yuan per kg.

Dilansir Bloomberg, Presiden Joko Widodo memerintahkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan untuk membeli karet alam dari petani. Upaya ini mengikuti langkah Thailand dalam upaya mendongkrak harga karet.

Sebagai langkah awal, kementerian akan membbeli 5.000 ton karet dari petani senilai Rp7.500 hingga Rp8.000 per kg, jauh di atas harga lokal saat ini sekitar Rp6.000 per kg.

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo), Moenardji Soedargo mengatakan mendukung inisiatif pemerintah ini karena kebijakan tersebut akan menciptakan permintaan baru untuk karet alam.

“Gapkindo sedang menunggu panduan lebih lanjut dari pemerintah,” ungkap Moenardji, seperti dikutip Bloomberg, Senin (26/11).

Sebelumnya, Thailand sebagai negara penghasil karet alam terbesar di dunia mengumumkan kebijakan untuk mendukung petani karet, setelah mengumumkan rencana untuk memangkas produksi pada bulan Oktober.

Pertukaran mata uang jatuh paling dalam setahun terakhir, mengurangi kekhawatiran kelebihan pasokan, kata Hideshi Matsunaga, analis Sunward Trading, broker di Tokyo.

“Kebijakan untuk membeli karet alam dari petani dengan harga di atas pasar memberikan dukungan kepada bursa berjangka,” ungkap Hideshi Matsunaga, analis di Sunward Trading.

Matsunaga menambahkan, persediaan juga menurun karena karet yang terlalu tua untuk pengiriman ke bursa telah dibuang dari gudang penyimpanan.

Stok yang dipantau oleh Shanghai Futures Exchange turun 36% menjadi 366.571 ton pekan lalu, penurunan terbesar dalam setahun.

 

Pergerakan Harga Karet Kontrak April 2019 di Tocom

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

26/11/2018

155,20

+0,32%

22/11/2018

154,70

+1,18%

21/11/2018

152,90

-0,46%

20/11/2018

153,60

-1,22%

19/11/2018

155,50

-1,46%

Sumber: Bloomberg                         

Tag : harga karet
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top