Dolar Kian Menguat Dipicu Imbal Hasil Treasury AS

Dolar AS kembali naik pada perdagangan pagi ini, Jumat (5/10/2018), saat investor mengevaluasi dampak gejolak obligasi pemerintah global dalam beberapa hari terakhir yang telah mengangkat imbal hasil Treasury AS ke level tertinggi dalam tujuh tahun.
Renat Sofie Andriani | 05 Oktober 2018 12:12 WIB
Karyawan memperlihatkan mata uang dolar AS di salah satu bank di Jakarta. - JIIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Dolar AS kembali naik pada perdagangan pagi ini, Jumat (5/10/2018), saat investor mengevaluasi dampak gejolak obligasi pemerintah global dalam beberapa hari terakhir yang telah mengangkat imbal hasil Treasury AS ke level tertinggi dalam tujuh tahun.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama di dunia menguat 0,07% atau 0,063 poin ke level 95,814 pada pukul 10.43 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan kenaikan tipis 0,010 poin atau 0,01% di level 95,761, setelah pada perdagangan Kamis (4/10) berakhir turun tipis 0,01% atau 0,011 poin di posisi 95,751, mematahkan kenaikan yang berhasil dibukukan enam hari beruntun.

Dilansir Reuters, imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir sebesar 3,232%, menandai lompatan harian terbesar sejak pemilihan presiden AS tahun 2016.

Imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun mencapai level tertingginya sejak Mei 2011 setelah rilis data payroll swasta menunjukkan hasil yang lebih kuat dari perkiraan.

Data payroll swasta tersebut dianggap akan meningkatkan peluang bahwa data pekerjaan AS untuk bulan September yang dijadwalkan akan dirilis hari ini waktu setempat, juga akan lebih kuat dari yang diperkirakan.

Sementara itu, nilai tukar yen terpantau terapresiasi tipis 0,03% ke level 113,88 yen per dolar AS pada pukul 10.54 WIB, setelah berakhir menguat 0,54% di posisi 113,91 pada perdagangan Kamis (4/10).

“Penguatan dolar AS terhadap yen akan menjadi jelas jika data pekerjaan AS terlihat kuat,” ujar Yukio Ishizuki, senior currency strategist di Daiwa Securities.

Di sisi lain, nilai tukar euro terpantau turun 0,06% ke level US$1,1507, setelah mampu rebound dan berakhir menguat 0,31% pada perdagangan Kamis (4/10), mematahkan pelemahan selama enam hari berturut-turut.

Imbal hasil obligasi pemerintah zona euro meningkat tajam pada Kamis setelah data ekonomi AS mendukung kemungkinan kenaikan suku bunga di AS serta membawa imbal hasil Treasury AS ke level tertinggi.

Posisi indeks dolar AS                                                                        

5/10/2018

(Pk. 10.43 WIB)

95,814

(+0,07%)

4/10/2018

95,751

(-0,01%)

3/10/201

95,762

(+0,27%)

2/10/2018

95,507

(+0,22%)

1/10/2018

95,298

(+0,17%)

Sumber: Bloomberg

Tag : dolar as
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top