Gihon Telekomunikasi Indonesia (GHON) Bakal Bangun 67 Unit Menara

Emiten infrastruktur telekomunikasi PT Gihon Telkomunikasi Indonesia Tbk. akan menambah 67 unit menara sepanjang 2018.
Dara Aziliya | 23 Agustus 2018 08:05 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten infrastruktur telekomunikasi PT Gihon Telkomunikasi Indonesia Tbk. akan menambah 67 unit menara sepanjang 2018.

Direktur Utama Gihon Telekomunikasi Indonesia Rudolf P. Nainggolan menyampaikan dari proses registrasi kartu tersebut, industri operator tumbuh tidak akan semasif pada tahun lalu. Hal tersebut turut berdampak pada kinerja perseroan.

“Dengan penurunan kinerja dari perusahaan operator, mereka akan menjaga agar operational expenditure jangan terlalu besar, sedangkan penyewaan menara itu asal [dananya] dari opex. Jadi praktis ada rencana yang tertunda,” ungkap Rudolf, baru-baru ini.

Rudolf menyebut sejak awal tahun perseroan telah memprediksi kondisi tersebut sehingga menetapkan pertumbuhan moderatpada penambahan menara. Sepanjang tahun ini, perseroan menargetkan penambahan menara sebanyak 67 unit atau 15% dari total menara yang dimiliki perseroan per akhir 2017 yaitu sebesar 443 unit.

Perseroan akan membangun 67 menara tersebut menyebar di beberapa daerah di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Adapun, perseroan membelanjakan rata-rata Rp1 miliar untuk pembangunan satu unit menara.

Meski menargetkan tumbuh moderat, Rudolf menyampaikan perseroan tetap dapat membukukan pertumbuhan positif baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih. Pasalnya, selain mengandalkan pembangunan fisik menara baru, Gihon Telekomunikasi juga meningkatkan angka kolokasi menara.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, emiten dengan sandi GHON tersebut membukukan pendapatan sebesar Rp51,34 miliar pada semester I/2018 atau meningkat 12,42% dibandingkan periode sama tahun lalu (yoy).

Beban pokok pendapatan perseroan tercatat mengalami penurunan sebesar 6,4% pada semester I/2018 (yoy) menjadi hanya Rp19,36 miliar, sehingga meningkatkan laba kotor perseroan sebesar 27,93% menjadi Rp31,97 miliar.

Pada paruh pertama tahun ini, emiten yang baru melantai di bursa saham pada 9 April 2018 tersebut membukukan laba bersih periode berjalan sebesar Rp13,95 miliar, meningkat 8,4% dibandingkan dengan laba bersih yang dibukukan perseroan pada semester I/2017.

Rudolf menyampaikan kenaikan pada topline dan bottomline perseroan tersebut didukung oleh pembangunan menara dan kolokasi baru. Pada semester I/2017, perseroan telah membangun menara baru pada 36 lokasi, sekaligus meningkatkan kolokasi sebanyak 27 unit.

“Kami membukkan kenaikan kinerja dan penambahan sales dengan total sebanyak 63 tenant. Kinerja kami tumbuh meski di tengah situasi sepinya pertumbuhan industri operatr. Kami optimistis dapat mempertahankan EBITDA pada rentang 80%—81% pada tahun ini,” ungkap Rudolf.

Tag : kinerja emiten
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top