Akuisisi Tambang Emas Martabe Senilai US$917,9 Juta, Ini Kata Bos United Tractors (UNTR)

Emiten alat berat dan penambangan batu bara PT United Tractors Tbk. (UNTR) mengakuisisi tambang emas Martabe untuk mendiversifikasi portofolio.
Hafiyyan | 09 Agustus 2018 09:40 WIB
Presiden Direktur PT United Tractors Tbk Gidion Hasan (tengah) memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan seusai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), di Jakarta, Senin (16/4/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA--Emiten alat berat dan penambangan batu bara PT United Tractors Tbk. (UNTR) mengakuisisi tambang emas Martabe untuk mendiversifikasi portofolio.

Presiden Direktur United Tractors Gidion Hasan mengungkapkan, tujuan akuisisi ini ialah membuat UNTR memiliki portofolio bisnis yang lebih berimbang. Jadi, perusahaan tidak hanya bergantung terhadap bisnis thermal coal.

"Salah satu strategic intention kami dari akuisisi ini adalah memberikan grup UNTR portofolio yang lebih berimbang, tidak hanya bergantung kepada batu bara thermal," tuturnya dalam pesan singkat kepada Bisnis.com, Kamis (9/8/2018).

Dalam keterangannya, manajemen UNTR menyebutkan, untuk mengantisipasi fluktuasi harga yang dapat memengaruhi permintaan batu bara thermal ke depan, dan menghasilkan petumbuhan jangka panjang, perseroan melakukan diversifikasi usaha.

Diversifikasi itu dijalankan dengan ekspansi portofolio bisnis ke bidang mineral lainnya, termasuk emas dan batu bara kokas (cooking coal). Perseroan kemudian mendirikan Danusa pada 2015 yang khusus ditujukan untuk melakukan usaha tambang emas.

"Pelaksanaan akuisisi ini memberikan peluang bagi perseroan untuk memeroleh aset tambang emas beropetensi besar. Secara langsung, aksi ini relevan dengan strategi perusahaan untuk melakukan diversifikasi portofolio bisnis," paparnya.

Setidaknya ada tiga manfaat yang diperoleh UNTR dari aksi akuisisi ini, yakni meningkatkan peluang pengembangan unit bisnis melalui pertambangan emas, potensi kenaikan keuntungan dari bisnis emas, dan menambah portofolio investasi perseroan.

Gidion menambahkan, perseroan belum memiliki target spesifik perihal kontribusi segmen bisnis emas terhadap UNTR. Perusahaan akan berupaya agar kinerja tambang Martabe lebih baik ke depannya.

"Tidak ada target yang spesifik [kontribusi bisnis emas terhadap UNTR]. Kami hanya berupaya supaya lebih baik dibandingkan kinerja Martabe yang sekarang," imbuhnya.

Dalam keterbukaan informasi di harian Bisnis Indonesia, Kamis (9/8/2018), manajemen UNTR menyebutkan pihaknya berencana mengakuisisi tambang emas Martabe dari Agincourt Resources Pte. Ltd. melalui PT Danusa Tambang.

Sejumlah 60% saham Danusa dimiliki oleh UNTR, sedangkan 40% sisanya dipegang oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA). PAMA juga merupakan anak usaha UNTR.

Perjanjiaan pengambilalihan yang ditandatangani pada Rabu (8/8/2018) ini mencakup dua transaksi. Pertama, pengambilan 95% saham Agincourt Resources Pte. Ltd milik PT Agincourt Resources senilai US$917,9 juta. Kedua, pemberian pinjaman dari UNTR dan PAMA kepada Agincourt sebesar US$325 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
united tractors, Aksi Korporasi

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top