Valbury Sekuritas: IHSG Minim Katalis Positif, Cermati Saham Pilihan Hari Ini

Valbury Sekuritas Indonesia memprediksi IHSG berpotensi melemah pada perdagangan saham hari ini, Jumat (20/7) di tengah keterbatasan katalis positif bagi pasar.
Fajar Sidik | 20 Juli 2018 08:41 WIB
Karyawan melintas di antara monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Valbury Sekuritas Indonesia memprediksi IHSG berpotensi melemah pada perdagangan saham hari ini, Jumat (20/7) di tengah keterbatasan katalis positif bagi pasar.

Sentimen pasar dari dalam negeri, kenaikan utang Indonesia yang menjadi persepsi kurang baik bagi pelaku pasar dan ikut andil pendukung lemahnya rupiah terhadap USD. Untuk itu pemerintah berupaya untuk meyakinkan ke masyarakat bahwa utang telah di kelola dengan baik.

Selain itu juga kondisi pembayaran utang Indonesia semakin stabil. Pada semester I 2018, pemerintah telah membayar utang Rp 174 triliun dari total APBN sebesar Rp 399,2 triliun. Dengan demikian, realisasi pembiayaan utang paruh I 2018 mencapai 44,1%.

Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan BI 7-DRRR pada 5,25% untuk Juli 2018, dan akan meningkatkan dual intervensi di pasar valas dan Surat Berharga Negara. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan penguatan nilai dollar AS.

Keputusan BI tersebut sejalan dengan keyakinan upaya BI untuk mempertahankan daya tarik pasar keuangan domestik di tengah ketidakpastian global yang tinggi sehingga dapat menjaga stabilitas khususnya nilai tukar.

Sentimen pasar dari luar negeri, dari AS Perwakilan Perdagangan Amerika diperkriakan akan mengumumkan hasil evaluasi pada September-November untuk memperbarui atau tidaknya program Generalized System of Preference (GSP) bagi Indonesia.

Seperti yang telah diumumkan yang dikeluarkan akhir April 2018 dikatakan akan mengevaluasi hak Indonesia atas program GSP. Evaluasi itu dilakukan karena adanya keprihatinan AS bahwa Indonesia tidak memenuhi beberapa kriteria program GSP tersebut..

Hal lain, badai politik atas perilaku Trump di Helsinki menyelimuti pemerintahan AS hingga menyebar ke kubu Republik, Artimya sikap Trump telah melampaui kontroversi paling sengit yang pernah terjadi selama 18 bulan, dan perpanjang selama menjabat yang penuh dengan gejolak. Pernyataan Trump kerap kali membingungkan investor global yang mendorong ketidakpastian di pasar dunia.

Di samping sentimen di atas, faktor pasar global dan regional Asia pada hari ini diperkirakan tetap memberikan pengaruh bagi pergerakan IHSG, setelah BI memutuskan mempertahankan suku bunganya. Ditengah keterbatasan katalis positif bagi pasar ini, IHSG diperkirakan berpotensi melemah pada perdagangan saham hari ini

Perspektif tenikal
Support Level : 5845/5819/5781
Resistance Level : 5909/5947/5973
Major Trend : Down
Minor Trend : Down
Pattern : Down

Rekomendasi Saham:

PTBA: Trading Buy
• Close 4400, TP 4450
• Boleh buy di level 4360-4400
• Resistance di 4450 & support di 4360
• Waspadai jika tembus di 4360
• Batasi resiko di 4340

JSMR: Trading Buy
• Close 5050, TP 5150
• Boleh buy di level 4860-5050
• Resistance di 5150 & support di 4860
• Waspadai jika tembus di 4860
• Batasi resiko di 4840

ASII : Trading Buy
• Close 6700, TP 6850
• Boleh buy di level 6650-6700
• Resistance di 6850 & support di 6650
• Waspadai jika tembus di 6650
• Batasi resiko di 6600

ICBP: Trading Buy
• Close 8600, TP 8700
• Boleh buy di level 8550-8600
• Resistance di 8700 & support di 8550
• Waspadai jika tembus di 8550
• Batasi resiko di 8500

MAPI: Trading Buy
• Close 800, TP 840
• Boleh buy di level 780-800
• Resistance di 840 & support di 780
• Waspadai jika tembus di 780
• Batasi resiko di 760

CPIN: Trading Buy
• Close 4010, TP 4100
• Boleh buy di level 3850-4010
• Resistance di 4100 & support di 3850
• Waspadai jika tembus di 3850
• Batasi resiko di 3800

Ket. TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
PWON, KLBF, ITMG, ACES, EXCL

(Disclaimer ON)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top