Harga Minyak Mentah Menguat, Batu Bara Rebound

Pada perdagangan Selasa, harga batu bara untuk kontrak April 2018 di bursa komoditas ICE Rotterdam ditutup menguat 1,29% atau 1,05 poin ke level US$82,50 per metrik ton, setelah juga dibuka menguat 1,1% di posisi US$82,35.
Aprianto Cahyo Nugroho | 14 Maret 2018 07:54 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara rebound lebih dari 1% pada akhir perdagangan Selasa (13/3/2018), sejalan dengan penguatan harga minyak mentah.

Pada perdagangan Selasa, harga batu bara untuk kontrak April 2018 di bursa komoditas ICE Rotterdam ditutup menguat 1,29% atau 1,05 poin ke level US$82,50 per metrik ton, setelah juga dibuka menguat 1,1% di posisi US$82,35.

Harga batu bara kontrak April tersebut rebound setelah ditutup melemah 0,49% atau 0,40 poin ke level US$81,45 per metrik ton pada perdagangan Senin (12/3).

Sejalan dengan batu hitam, harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) mampu menguat menyusul laporan industri yang menunjukkan penurunan jumlah stok bahan bakar AS pekan lalu.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April 2018 naik ke US$60,91 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 4.34 sore waktu setempat (pagi WIB), setelah ditutup di US$60,71 per barel pada perdagangan Selasa (13/3).

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Mei 2018 berakhir turun 31 sen di US$64,64 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London pada perdagangan Selasa.

Dilansir Bloomberg, bursa berjangka di New York memperkecil penurunannya setelah American Petroleum Institute dikabarkan melaporkan penurunan jumlah persediaan minyak sulingan sebesar 4,26 juta barel dan bensin.

Sementara stok minyak mentah nasional naik, titik pengiriman kontrak berjangka di Cushing, Oklahoma, turun untuk pekan ke-12.

“Hal itu mengejutkan pasar,” kata Phil Flynn, analis pasar senior di Price Futures Group, seperti dikutip Bloomberg.

“Angka minyak sulingan sangat mendukung, jauh lebih besar daripada yang diantisipasi dan saya pikir ini mencerminkan cuaca yang dingin dan juga mencerminkan bahwa produsen mengalami kesulitan untuk memenuhi permintaan minyak sulingan secara global.”

Seperti diketahui, harga batu bara bisa mengikuti gerak minyak mengingat dampaknya pada biaya produksi dan pengangkutan serta pengaruh terhadap sentimen secara keseluruhan dalam pasar energi.

Pergerakan harga batu bara kontrak Januari 2019 di bursa Rotterdam

Tanggal                                    

US$/MT

13 Maret

82,50

(+1,29%)

12 Maret

81,45

(-0,49%)

9 Maret

81,85

(+0,31%)

8 Maret

81,60

(-0,55%)

7 Maret

82,05

(-0,12%)

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

 

Tag : harga batu bara
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top