Perdagangan Karet Berpeluang Menguat

Harga karet tercatat mengalami pelemahan sepanjang tahun hingga lebih dari 10% kendati para produsen yang tergabung dalam International Tripartite Rubber Council (ITRC) tengah melakukan pemangkasan ekspor hingga akhir Maret 2018. Namun, diproyeksikan, harga bisa mengalami peningkatan selagi berada di atas level 160 yen per kg.
Eva Rianti | 13 Maret 2018 21:07 WIB
Petani menoreh pohon karet di kawasan perkebunan kebun karet Jawi jawi, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Rabu (5/7). - ANTARA/Abriawan Abhe

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet tercatat mengalami pelemahan sepanjang tahun hingga lebih dari 10% kendati para produsen yang tergabung dalam International Tripartite Rubber Council (ITRC) tengah melakukan pemangkasan ekspor hingga akhir Maret 2018. Namun, diproyeksikan, harga bisa mengalami peningkatan selagi berada di atas level 160 yen per kg.

Harga karet di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) kontrak teraktif Agustus 2018 pada penutupan perdagangan Selasa (13/3) melemah 0,40 poin atau 0,21% menjadi 192,30 yen per kilogram (kg) setelah dibuka melemah 0,16% di level 192,40 yen per kg. Namun secara year to date (ytd), harga merosot 10,32%.

Analis Central Capital Futures Wahyu T. Laksono menuturkan, harga karet berfluktuasi lantaran permintaan yang lemah, bahkan saat pasokan di negara produsen menurun terkait dengan Agreed Export Tonnage Scheme (AETS).

Seperti diketahui, program pemangkasan ekspor atau disebut dengan AETS yang diterapkan oleh anggota ITRC yang terdiri dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand berencana memangkas sebanyak 350.000 ton selama 3 bulan hingga Maret 2018.

“Kenaikan mata uang yen dan harga minyak yang lebih rendah juga memberi sentimen negatif terhadap harga karet baru—baru ini,” ujar Wahyu kepada Bisnis, Selasa (13/3/2018).

Analis broker komoditas Yutaka Shoji Gu Jiang menuturkan bahwa pelemahan harga karet terbebani oleh pelemahan harga minyak mentah dan data cadangan karet yang naik.

“Investor terdorong untuk melepaskan posisi mereka di tengah kekhawatiran seputar peningkatan cadangan karet,” kata Jiong, dikuti Selasa (13/3/2018).

Cadangan karet di Shanghai Futures Exchange (SHFE) terpantau meningkat 0,2% ke level 437,896 ton pada pekan lalu. Angka ini merupakan peningkatan di pekan ke-15 berturut-turut.

Kendati demikian, Wahyu menambahkan bahwa harga karet bisa saja mengalami penguatan selama masih bertahan di atas level 160 yen per kg. Diproyeksikan dalam jangka pendek, harga bergerak di kisaran 170 yen—190 yen per kg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga karet

Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top