Lelang Sukuk: Penawaran yang Masuk Hanya Rp13,34 Triliun

Penawaran investor dalam lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara yang digelar Selasa (20/2/2018) terus berkurang dibandingkan lelang-lelang sukuk sebelumnya sejak awal tahun ini.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 20 Februari 2018  |  21:20 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Penawaran investor dalam lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara yang digelar Selasa (20/2/2018) terus berkurang dibandingkan lelang-lelang sukuk sebelumnya sejak awal tahun ini.

Berdasarkan pengumuman di laman resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Selasa (20/2/2018), penawaran yang masuk dalam lelang sukuk kali ini hanya Rp13,34 triliun.

Tren penawaran investor dalam lelang sukuk sejak awal tahun terus menunjukkan penurunan. Lelang sukuk pertama yang digelar pada Selasa (9/1/2018) menjadi yang tertinggi dengan nilai Rp32,28 triliun, tetapi sesudahnya melemah.

Pada lelang sukuk kedua Selasa (23/1/2018), penawaran investor turun tetapi masih tinggi, yakni Rp27,99 triliun. Lalu, pada lelang ketiga Selasa (6/2/2018) penawaran menjadi kian rendah, tinggal Rp20,14 triliun.

Lelang keempat yang digelar hari ini menjadi yang terendah sejak awal tahun ini. Dari penawaran senilai Rp13,34 triliun, pemerintah menyerap senilai Rp8,47 triliun atau sedikit lebih tinggi dari targetnya Rp8 triliun.

Pada lelang kali ini, pemerintah melepas 1 seri Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPNS) dan 5 seri Project Based Sukuk (PBS). Kenamnya merupakan seri lama yang dibuka kembali.

SPNS yang dilelang yakni SPNS07082018 tenor 6 bulan, sementara PBS yang dilelang yakni PBS016 (jatuh tempo 15 Maret 2020), PBS002 (15 Januari 2022), PBS017 (15 Oktober 2025), PBS012 (15 November 2031) dan PBS004 (15 Februari 2037).

Penawaran tertinggi masuk pada seri-seri tenor terpendek, yakni seri SPNS dan PBS016, masing-masing Rp6,96 triliun dan Rp4,94 triliun. Empat seri lainnya mendulang penawaran masing-masing PBS002 Rp885 miliar, PBS017 Rp209,5 miliar, PBS012 Rp152 miliar dan PBS004 Rp200 miliar.

Penyerapan tertinggi pemerintah adalah pada seri PBS016 senilai Rp4,4 triliun, sementara seri SPNS Rp3 triliun. Seri-seri lainnya yakni PBS002 Rp680 miliar, PBS017 Rp195 miliar, dan PBS004 Rp200 miliar. Pemerintah tidak menyerap penawaran dari seri PBS012.

Adapun, tren yang terjadi di awal tahun ini tidak jauh berbeda dibandingkan yang terjadi pada awal tahun 2017. Saat itu, penawaran terbesar investor masuk pada lelang sukuk pertama pada Selasa (10/1/2018) yakni senilai Rp24,02 triliun. Dalam tiga lelang sukuk setelahnya, nilainya terus turun berturut-turut menjadi Rp23,72 triliun, Rp19,36 triliun, dan Rp10,39 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lelang sukuk

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top