Dalam 9 Bulan, Puradelta Lestari (DMAS) Catat Laba Rp254 Miliar

Emiten properti, PT Puradelta Lestari Tbk. mencatatkan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp254,41 miliar, tertekan 48,5% secara year on year.
Novita Sari Simamora | 01 November 2017 19:30 WIB
Deretan gedung perkantoran dan apartemen terlihat di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (6/4). - Antara/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten properti, PT Puradelta Lestari Tbk. mencatatkan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp254,41 miliar, tertekan  48,5% secara year on year.

Penurunan laba itu sejalan dengan anjloknya pendapatan. Hingga September 2017, pendapatan emiten bersandi saham DMAS tercatat Rp493,58 miliar, atau anjlok 51,2% dari posisi Rp1,01 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Puradelta Lestari, Tondy Suwanto optimistis pendapatan perseroan hingga akhir tahun akan meningkat seiring dengan adanya sales backlog dalam jumlah yang cukup besar.

"Hingga saat ini, masih ada backlog penjualan lahan industri yang jumlahnya cukup signifikan. Kami mengupayakan agar sebagian besar backlog penjualan tersebut dapat dibukukan di kuartal IV/2017," tulisnya dalam keterangan resmi, Rabu (1/11/2017).

Tondy mengungkapkan, saat ini pihaknya juga tengah berupaya menuntaskan penjualan lahan industri 20 hektare. Dia mengungkapkan, perusahaan asal Amerika Serikat, Kohler telah berkomitmen untuk menanamkan investasi di Indonesia dengan membangun pabrik di lahan seluas 20 ha di Kawasan Industri Greenland International Industrial Center (GIIC) yang merupakan bagian dari Kota Deltamas.

Dia mengungkapkan, kehadiran Kohler di GGIC akan menjadikan kawasan industri GIIC terus dipercaya oleh investor asing dengan akses dan lokasi yang strategis, serta fasilitas pendukung yang lengkap.

Sebelumnya, ada 2 perusahaan otomotif ternama SAIC GM Wuling dan Mitsubishi telah beroperasi tahun ini. Pabrik Mitsubishi menempati lahan seluas 51 ha dan telah mulai beroperasi sejak  April lalu, sedangkan Pabrik SAIC GM Wuling menempati lahan seluas 60 ha dan telah beroperasi sejak bulan Juli lalu.

Hingga akhir September 2017, total penjualan lahan DMAS mencapai 37,5 hektare. Adapun, dengan akan selesainya proses penjualan ke Kohler, maka marketing sales perseroan akan mencapai 57,5 hektare. Dengan penjualan itu, maka target penjualan lahan industri perseroan tahun ini dipercaya dapat tercapai. 

Sementara itu, penjualan lahan komersial mencapai 3,8 hektare hingga akhir kuartal III/2017, atau tiga kali lipat daripada penjualan lahan komersial pada akhir semester pertama tahun ini sejumlah 1,3 ha. Saat ini, DMAS sedang mengembangkan Greenland Square, sebuah pusat perbelanjaan modern di jantung komersial Kota Deltamas. Di samping itu, pengembang AEON Mall telah membeli lahan komersial seluas 20 hektar yang berlokasi di sebelah Serviced Apartment Le Premier yang dioperasikan DMAS.  

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
puradelta lestari

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup