Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Komoditas : Pemerintah Optimistis Membaik di Kuartal Kedua

Melemahnya harga komoditas ekspor dibentuk dari kondisi ekonomi global, di mana setidaknya selama enam bulan hingga satu tahun terakhir ini mengalami pelemahan.
Muhammad Avisena
Muhammad Avisena - Bisnis.com 11 Mei 2015  |  12:17 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Direktur Jenderal Peradagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Partogi Pangaribuan mengatakan melemahnya harga komoditas ekspor dibentuk dari kondisi ekonomi global, di mana setidaknya selama enam bulan hingga satu tahun terakhir ini mengalami pelemahan.

Namun, dia yakin kondisi tersebut akan mulai membaik.

“Masalahnya ekonomi yang kurang baik itu kan kita lihat pertama di Amerika Serikat, kedua di Eropa karena krisis Yunani.  Tapi tidak semua negara mengalami itu sebenarnya. Oleh karena itu saya yakin akan ada peningkatan,” kata Partogi, Senin (11/5/2015).

Menurutnya, semua negara membutuhkan komoditas yang digunakan sebagai bahan baku.

Setidaknya dalam enam bulan terakhir, negara-negara tujuan ekspor menggunakan stok bahan baku yang mereka miliki.

Namun, saat ini stok tersebut sudah terpakai. Di sisi lain, ekonomi dunia pun sudah mulai membaik.

Dua kondisi tersebut membuat mereka mau tidak mau harus meningkatkan utilitas produksinya.

Jika hal tersebut tidak dilakukan, maka mereka akan tertinggal untuk menggenjot pasar ekspornya.

“Mereka sekarang sudah mulai membutuhkan bahan baku lagi setelah stok yang dimiliki terpakai. Stok bahan baku itu kan tahan antara 3–6 bulan. Mungkin sudah terpakai, begitu ekonomi bagus, stok bahan bakunya enggak ada, energinya enggak ada, bahaya. Sekarang mereka sudah mulai ingin membeli, paling tidak bahan baku, barang modal, dan energi,” ujarnya.

Peningkatan permintaan untuk kategori barang tersebut dipastikan dengan prediksi bahwa daya beli masyarakat akan meningkat begitu barang-barang sudah mulai diproduksi.

Partogi menyebutkan, siklus seperti itu sudah terjadi berulangkali seperti pada masa 1998, 2008, dan terjadi lagi pada saat ini.

Di sisi lain, sambung Partogi, jika dilihat dari segi volumenya, kinerja ekspor Indonesia rata-rata meningkat antara 14%--19%.

Namun, karena peningkatan tersebut tidak dibarengi dengan kondisi harga yang bagus, maka seolah-olah ekspor berkurang. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komoditas
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top