Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SURAT UTANG NEGARA: Transaksi Turun Tipis 1,49% Akhir Pekan Lalu

Volume transaksi obligasi pemerintah terpantau turun tipis 1,49% pada perdagangan Jumat (13/2/2015).
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 16 Februari 2015  |  09:44 WIB
Transaksi obligasi pemerintah turun - ilustrasi
Transaksi obligasi pemerintah turun - ilustrasi

Bisnis.com,JAKARTA —  Volume transaksi obligasi pemerintah terpantau turun tipis 1,49% pada perdagangan Jumat (13/2/2015).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia yang dikutip riset Debt Research Danareksa Sekuritas dan dirilis Senin (16/2/2015), volume transaksi obligasi pemerintah kemarin tercatat Rp13,88 triliun, dari transaksi sebelumnya Rp14,09 triliun.

Jumlah tersebut di atas transaksi harian tahun ini sebesar Rp10,56 triliun. Adapun obligasi tenor menengah antara 5-15 tahun yang paling diburu.

Obligasi seri FR0070 tercatat menjadi obligasi pemerintah teraktif dengan volume transaksi mencapai Rp3,07 triliun.

Selanjutnya, obligasi pemerintah seri FR0068 menempati peringkat kedua teraktif dengan volume transaksi Rp2,43 triliun.

Dan posisi ketiga teraktif ditempati oleh obligasi pemerintah seri FR0069 dengan volume transaksi Rp2,12 triliun.

Berikut rincian obligasi pemerintah teraktif untuk perdagangan Jumat (13/2/2015)

Seri Obligasi

Yield (%)

Volume (Rp. miliar)

Jatuh Tempo

FR0070

7,44

3.070,14

15 Maret 2024

FR0068

7,72

2.434,58

15 Mei 2034

FR0069

7,08

2.117,59

15 April 2019

FR0071

7,52

1.184,61

15 Maret 2029

FR0055

6,89

825,32

15 September 2016

Sumber: Bursa Efek Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Pemerintah
Editor : Gita Arwana Cakti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top