Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SURAT UTANG NEGARA: Transaksi Turun Tipis 1,18%, Seri FR0070 Teraktif

Volume transaksi obligasi pemerintah terpantau turun tipis 1,18% pada perdagangan Rabu (11/2/2015).
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 12 Februari 2015  |  10:17 WIB
Transaksi obligasi pemerintah turun - ilustrasi
Transaksi obligasi pemerintah turun - ilustrasi

Bisnis.com,JAKARTA —  Volume transaksi obligasi pemerintah terpantau turun tipis 1,18% pada perdagangan Rabu (11/2/2015).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia yang dikutip riset Debt Research Danareksa Sekuritas dan dirilis Kamis (12/2/2015), volume transaksi obligasi pemerintah kemarin tercatat Rp15,01 triliun, dari transaksi sebelumnya Rp15,19 triliun.

Jumlah tersebut di atas transaksi harian tahun ini sebesar Rp10,56 triliun. Adapun obligasi tenor jangka menengah antara 5-15 tahun yang paling diburu.

Obligasi seri FR0070 tercatat menjadi obligasi pemerintah teraktif dengan volume transaksi mencapai Rp4,42 triliun.

Selanjutnya, obligasi pemerintah seri FR0069 menempati peringkat kedua teraktif dengan volume transaksi Rp2,46 triliun.

Dan posisi ketiga teraktif ditempati oleh obligasi pemerintah seri FR0071 dengan volume transaksi Rp1,52 triliun.

Berikut rincian obligasi pemerintah teraktif untuk perdagangan Rabu (11/2/2015)

Seri Obligasi

Yield (%)

Volume (Rp. miliar)

Jatuh Tempo

FR0070

7,25

4.415,1

15 Maret 2024

FR0069

7,002

2.457,76

15 April 2019

FR0071

7,36

1.516,55

15 Maret 2029

FR0068

7,48

1.163,32

15 Mei 2034

ORI011

6,99

1.074,76

15 Oktober 2017

Sumber: Bursa Efek Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surat utang negara Obligasi Pemerintah
Editor : Gita Arwana Cakti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top