Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARGA MINYAK: Terus Tertekan, Investasi Diperkirakan Turun 15%

Investasi di industri minyak diperkirakan menurun secara bertahap dan bisa menjadi momentum penguatan harga minyak. EIA memperkirakan investasi minyak bisa turun 15% pada tahun ini.
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 27 Januari 2015  |  10:47 WIB
 Minyak dunia terus melemah  - Bloomberg
Minyak dunia terus melemah - Bloomberg

 Bisnis.com, JAKARTA– Investasi di industri minyak diperkirakan menurun secara bertahap dan bisa menjadi momentum penguatan harga minyak. EIA memperkirakan investasi minyak bisa turun 15% pada tahun ini.

Fatih Birol, Kepala Ekonom Internasional Energy Agency (IEA), memperkirakan investasi di industri minyak akan turun 15% atau sebesar US$100 miliar pada tahun ini dibandingkan dengan 2014.

“Harga minyak yang tertahan di level US$45/barel menjadi kendala utama para investor untuk menggeliatkan investasinya lebih jauh di industri minyak,”  ujarnya seperti dilansir Bloomberg Selasa (27/1/2015).

Sementara itu, Abdalah El Badri, Sekretaris Jendral Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC), mengatakan harga minyak bisa bergerak ke level US$200 per barel bila tidak banyak yang berinvestasi di minyak dan gas.

“Namun, masalahnya investasi di industri minyak akan terus berlanjut, untuk OPEC saja sebagian besar proyek pengembangan infrastruktur kilang dan pengeboran tetap jalan pada level harga saat ini. Meskipun, ada juga yang dibatalkan,” ujarnya.

Giovanni Staunovo, analis komoditas UBS Group AG memandang komentar El-Badri itu secara tersirat menunjukkan OPEC terbuka untuk melakukan pembicaraan dengan non-OPEC terkait stabilisasi harga.

Ole Hansen Sloth, analis Saxo Bank A/S, berpendapat komentar El-Badri itu juga sebagai keprihatinan tentang penurunan investasi di industri minyak karena harga minyak yang jatuh saat ini.

“Mungkin dia [El-Badri] membayangkan produksi minyak akan terus menyusut selama beberapa tahun ke depan,” ujarnya.

Namun, Amerika Serikat (AS) dan Rusia yang produksi minyaknya cukup tinggi menolak melakukan pemnagkasan produksi bersama OPEC. Pihak AS beralasan harga akan stabil dengan sendirinya sesuai dengan kondisi pasar.

Pada perdagangan sampai pukul 10:20 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 0,2% menjadi US$45,24/barel, sedangkan minyak Brent naik 0,25% menjadi US$48,28/barel.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komoditas

Sumber : bloomberg

Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top