Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KINERJA EMITEN: Manajemen KONI Ragu Atas Kelangsungan Usaha Perseroan

Manajemen PT Persada Bangun Pusaka Tbk (KONI) ragu atas kemampuan perseroan untuk mempertahankan kelangsungan usaha karena tingginya liabilitas dan rugi bersih perseroan.

Bisnis.com, JAKARTA - Manajemen PT Persada Bangun Pusaka Tbk (KONI) ragu atas kemampuan perseroan untuk mempertahankan kelangsungan usaha karena tingginya liabilitas dan rugi bersih perseroan.

Presiden Direktur Persada Bangun Pusaka, Susanto Kolim mengatakan hingga akhir tahun lalu perseroan mencatat rugi bersih sebanyak Rp3,844 miliar yang disebabkan oleh rugi selisih kurs dari utang bank sebanyak Rp12,63 miliar.

“Selain itu, terjadi penurunan marjin karena pembelian persediaan sebagian besar dilakukan dalam dolar Amerika Serikat, sementara harga jual dalam rupiah,” katanya dalam laporan keuangan perseroan yang dikutip Bisnis.com, Selasa (8/4/2014).

Kerugian di tahun lalu itu merupakan kerugian yang berulang-ulang dari operasi pada tahun-tahun sebelumnya yang kemudian menyebabkan akumulasi rugi konsolidasian sebanyak Rp21,14 miliar.

Selain itu, sepanjang tahun lalu, total liabilitas perseroan juga membengkak sebanyak 53,4% menjadi Rp82,8 miliar dari sebelumnya sebanyak Rp53,97 miliar.

Untuk memperbaiki kinerja perseroan dan untuk mengimbangi kemajuan teknologi yang bergerak cepat dalam bisnis produk fotografi, perseroan yang menjual produk Konica itu berencana untuk meningkatkan volume penjualan produk color paper dan produk medical x-ray.

Adapun, strategi yang akan dilakukan a.l. fokus penjualan pada jenis color paper yang memiliki marjin keuntungan lebih besar.

Kemudian, melakukan usaha pemasaran untuk mempertahankan dan meningkatkan penjualan produk medical x-ray dan inkjet paper, meningkatkan penjualan dye sub printer ke seluruh depot, serta mengatur ulang sistem impor flex banner ke seluruh depot.

“Walaupun perusahaan melakukan rencana-rencana tersebut di atas, masih terdapat keraguan signifikan atas kemampuan perseroan untuk mempertahankan kelangsungan usaha".

Oleh karena itu perseroan memprediksi adanya potensi ketidakmampuan perseroan untuk merealisasikan aset atau melunasi liabilitas dalam kegiatan usaha normal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Yusran Yunus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper