Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Unilever Bukukan Laba Bersih Rp2,82 Triliun

Bisnis.com, JAKARTA – PT Unilever Indonesia Tbk  (UNVR)  berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar Rp2,82 triliun sepanjang semester I/2013.

Bisnis.com, JAKARTA – PT Unilever Indonesia Tbk  (UNVR)  berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar Rp2,82 triliun sepanjang semester I/2013.

Berdasarkan data yang dirilis direksi perseroan, kenaikan laba tersebut mencapai 17,5% dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,32 triliun.

Peningkatan laba bersih tersebut didorong faktor penjualan bersih yang meningkat 13,42% menjadi Rp15,43 triliun dari peraihan sebelumnya sebesar Rp13,35 triliun.

Harga pokok juga mengalami kenaikan dari Rp6,61 triliun menjadi Rp7,46 triliun, sedangkan laba bruto meningkat dari Rp6,74 triliun menjadi Rp7,96 triliun. Laba sebelum pajak dan laba bersih per saham dasar juga masing-masing meningkat 18,74% menjadi Rp3,77 triliun dan 17,56% menjadi Rp370 per saham di semester I-2013.

Liabilitas perseroan juga meningkat 19,42% dari Rp8,01 triliun di Desember 2012 menjadi Rp9,94 triliun di semester I tahun ini, sementara total aset tumbuh 15,56% dari Rp11,98 triliun di Desember 2012 menjadi Rp14,19 triliun di periode ini.

Analis PT Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe menilai dengan perolehan laba tersebut Unilever bisa menjaga momentum pertumbuhan. Selain itu Unilever juga konsisten untuk mempertahankan pola marketingnya dengan selalu melakukan inovasi terhadap produknya. “Hal tersebut cara mereka untuk menjaga pangsa pasar yang besar di Indonesia,” jelasnya kepada Bisnis, Selasa (30/7).

Untuk harga saham UNVR yang berada pada rentang Rp3000-Rp3.700 juga dinilai masih sehat dan bagus di tengah kekhawatiran karena kenaikan royalti yang cukup besar bagi produk-produk Unilever. “Semoga kenaikan royalti tersebut tidak memengaruhi target Unilever di akhir 2013,” imbuhnya.

Sebelumnya, Unilever  menaikkan harga jual produk rata-rata 4%-5% pada Maret 2013, akibat naiknya input cost dan sebagai salah satu opsi menghadapi inflasi pascapenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi. Sejak beroperasi pada 1993, perusahaan yang berbasis di Rotterdam Belanda itu telah menjadi salah satu pelaku industri dengan laju bisnis terdepan di Indonesia lewat 43 brand populer.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper