DANAREKSA: Kantongi emisi Rp925 miliar dari portofolio KPR BTN

JAKARTA: PT Danareksa Investment Management berhasil mengantongi nilai emisi sebesar Rp925 miliar dari peluncuran produk Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) Danareksa BTN 03-KPR.
News Editor | 12 Desember 2012 22:04 WIB

JAKARTA: PT Danareksa Investment Management berhasil mengantongi nilai emisi sebesar Rp925 miliar dari peluncuran produk Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) Danareksa BTN 03-KPR.

Produk KIK EBA kelima ini telah dicatat di Bursa Efek Indonesia pada Rabu, 12 Desember setelah mendaptkan ijin efektif dari Bapepam LK 5 Desember lalu dengan suku bunga tetap sebesar 7,75% per tahun.

Berdasarkan informasi yang diakses dari website Bursa Efek Indonesia, aset yang disekuritisasi ialah kumpulan tagihan portofolio Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang terpilih dan dibeli dari BTN sebesar Rp1 triliun.

Produk ini telah mendapatkan rating id AAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia. Bertindak sebagai Kustodian dan emisi EBA ialah PT Bank Mandiri, sedangkan kreditur awal dan penyedia jasa ialah PT Bank Tabungan Negara Tbk.

Sebelumnya, Direktur Danareksa Investment Management Prihatmo Hari M mengatakan nilai sekuritas dari empat produk investasi EBA yang sudah dimiliki oleh Danareksa telah mencapai Rp1,9 triliun yakni Danareksa SMF I-KPR BTN, Danareksa SMF II-KPR BTN, Danarkesa BTN 01-KPR, dan Danareksa BTN 02-KPR.

Dengan adanya penambahan Rp925 miliar dari produk baru ini maka total kelolaan dari KIK EBA yang dimiliki Danareksa mencapai Rp2,8 triliun. Rencananya tahun depan, perusahaan manajer investasi ini juga akan meluncurkan satu hingga dua produk lagi dengan target asset under management (AUM) Rp 1 triliun hingga Rp2 triliun.

Sementara itu, dengan adanya tambahan Rp925 miliar dari penerbitan KIK EBA ke lima ini, total dana kelolaan DIM secara keseluruhan akan mencapai Rp13,4 triliun dari pencapaian saat ini yang berada di angka Rp12,5 triliun. (arh)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Dewi Andriani

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup