Harga emas turun, jadi kesempatan beli

JAKARTA: Harga emas dalam sesi pembukaan di London sedikit berubah ke US$1.650,10 per ounce setelah sebelumnya turun karena investor menjual logam untuk mendapatkan uang tunai. Bisnis mencatat sejak pagi tadi emas bergerak fluktuatif dengan kecenderungan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 September 2011  |  19:38 WIB

JAKARTA: Harga emas dalam sesi pembukaan di London sedikit berubah ke US$1.650,10 per ounce setelah sebelumnya turun karena investor menjual logam untuk mendapatkan uang tunai. Bisnis mencatat sejak pagi tadi emas bergerak fluktuatif dengan kecenderungan turun pada sesi perdagangan Asia. Harga emas spot sempat turun 1,1% menjadi US$1.632,05 per troy ounce dan kembali naik ke US$1.650,10 pukul 09:45 di London. "Penurunan harga baru-baru ini karena pasar yang terpuruk dan beberapa investor harus menjual emas mereka untuk memenuhi persayratan margin perdagangan," kata Dick Poon, manajer trader logam mulia manajer di Heraeus Ltd., hari ini. Hal itu terjadi seiring harga berbagai komoditas, termasuk minyak dan tembaga, jatuh di tengah kekhawatiran para pemimpin Eropa mungkin gagal untuk mengatasi krisis utang regional. Dia menambahkan situasi utang di Eropa tidak berubah dan seiring apa yang terjadi belakangan ini dia memperkirakan permintaan yang kuat terhadap emas akan memberi dukungan harga. "Satu-satunya sentimen negatif untuk emas adalah reli dolar AS baru-baru ini," tulis analis Daiwa Capital Markets.  Mereka juga mengungkapkan bahwa semangat untuk membeli logam saat harga turun tajam masih sangat besar. Kepala Riset Real Times Futures Wahyu T. Laksono menyarankan beli pada harga US$1.634-US$1.630 per ounce dengan target kenaikan ke US$1.660 per ounce. Kembali beli jika harga tembus level US$1.678 per ounce. "Jika harga tembus di bawah US$1.610, saya pilih tidak beli sampai kita mendapat sinyal yang lebih jelas," tulisnya dalam proyeksi harian yang dikirim kepada Bisnis.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg/ Taufikul Basari

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top