50% Emiten dinilai tak layak jadi pilihan investasi

JAKARTA: Lebih dari 50% emiten di Indonesia dinilai tidak layak untuk dijadikan pilihan investasi (uninvestibe) meski memiliki size performance yang baik. Penilaian itu disampaikan oleh pendiri Independent Research and Advisory (IRAI) Lin Che Wei dalam
M. Sofi’I
M. Sofi’I - Bisnis.com 31 Mei 2011  |  13:20 WIB

JAKARTA: Lebih dari 50% emiten di Indonesia dinilai tidak layak untuk dijadikan pilihan investasi (uninvestibe) meski memiliki size performance yang baik. Penilaian itu disampaikan oleh pendiri Independent Research and Advisory (IRAI) Lin Che Wei dalam acara pemberian penghargaan 15 emiten terbaik di Jakarta, malam ini. Menurut dia, berdasarkan hasil riset yang dilakukan IRAI bekerja sama dengan Majalah Tempo diketahui cukup banyak emiten yang tidak layak investasi. "Dari 424 emiten yang ada, itu banyak yang mati karena disuspend sehingga tersisa 381 emiten. Dari 381 itu banyak yang main sendiri sehingga tinggal 283. Di ambil lagi dari sisi fundamental driven tinggal 100 emiten dan diseleksi lagi tinggal 60. Dari 60 itu diplih lagi mana yang terbaik," katanya.Dia menjelaskan metodologi riset dilakukan berdasarkan beberapa indikator a.l. ROA, ROE, EPS, profit per karyawan, kapitalisasi pasar, laba perusahaan, dan beberapa indikator lainnya. Lin Che Wei mengatakan indikator yang biasa dijadikan dasar investor untuk berinvestasi di Indonesia selama ini adalah faktor BI Rate. "Kalau BI Rate indikasinya mau turun maka market akan naik tapi kalau SBI mau naik, market akan thanks," ujarnya. (luz)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top