Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah evaluasi mendalam IPO BUMN

JAKARTA: Kementerian BUMN mengakui perlunya evaluasi mendalam atas pelaksanaan pelepasan saham perdana (initial public offering/IPO) perusahaan BUMN.Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan sejauh ini pelaksanaan IPO perusahaan BUMN sudah sesuai dengan
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 16 Februari 2011  |  09:45 WIB

JAKARTA: Kementerian BUMN mengakui perlunya evaluasi mendalam atas pelaksanaan pelepasan saham perdana (initial public offering/IPO) perusahaan BUMN.Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan sejauh ini pelaksanaan IPO perusahaan BUMN sudah sesuai dengan aturan yang ada, namun evaluasi mendalam tetap diperlukan terhadap aksi korporasi tersebut.Dia mengimbau agar para penjamin pelaksana emisi (underwriter) harus bekerja lebih keras dan cermat dalam menangani pelaksanaan aksi korporasi itu dan harus siap menghadapi resiko tidak terserap maksimalnya saham oleh publik. "Memang masih sangat perlu untuk melakukan evaluasi baik dari sistem mekanismenya maupun prosedur perusahaan BUMN yang akan melakukan IPO. Untung-rugi merupakan hal wajar dalam bisnis bursa. Untuk itu sekuritas-sekuritas harus bekerja lebih keras dan cermat untuk menghadapi peluang-peluang tidak terserapnya saham dalam setiap IPO," ujarnya, hari ini.Deputi Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Kementerian BUMN Achiran Pandu Djajanto menambahkan semua pihak terkait harus pandai dalam membaca strategi di pasar. Fundamental perusahaan yang akan IPO juga tidak boleh luput dari perhatian.Semua pihak yang terlibat harus baca strategi pasar, apakah sedang bullish atau bearish. Fundamental perusahaan juga penting. Misalnya BNI dan Bank Mandiri, BNI memang dilaksanakan ketika pasar masih bullish, jadi bagus," tuturnya.Sedangkan untuk Bank Mandiri memang pasar sedang kurang bagus, tetapi secara fundamental sudah bisa mendapat dari mana-mana, seperti dari pelepasan sahamnya di Garuda.

"Kalau untuk menjaga CAR [rasio kecukupan modal], itu sudah lebih dari cukup," jelasnya. (yus)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top