Natural Hedging
Sementara itu, Selamat Sempurna (SMSM) optimistis menjaga stabilitas margin laba di tengah pelemahan nilai tukar rupiah berkat dominasi pendapatan ekspor berbasis dolar, strategi natural hedging, dan penggunaan forward contract.
Vice President Director Selamat Sempurna, Ang Andri Pribadi, menyampaikan bahwa ketergantungan industri terhadap bahan baku impor memang menjadi tantangan bagi sektor komponen otomotif.
Meski demikian, depresiasi rupiah memberikan keuntungan kompetitif karena sebagian besar pendapatan perseroan tercatat dalam denominasi dolar AS.
“Pelemahan nilai tukar rupiah memberikan keuntungan bagi perseroan yang memiliki orientasi ekspor karena sebagian besar pendapatan SMSM dalam dolar AS,” ujar Ang Andri saat dihubungi Bisnis, Jumat (23/1/2026).
Untuk memitigasi dampak volatilitas kurs terhadap biaya operasional, SMSM telah menerapkan strategi natural hedging. Skema ini dimungkinkan karena nilai penjualan ekspor jauh lebih besar dari pembelian bahan baku impor.
Selain perlindungan alami tersebut, Ang Andri menyatakan bahwa perseroan juga menempuh langkah proteksi tambahan melalui instrumen keuangan.
“Perseroan melakukan forward contract sesuai kebutuhan operasional untuk memenuhi kebutuhan rupiah dan menjaga stabilitas margin,” pungkasnya.
Dari sisi produksi, SMSM secara konsisten mengelola pembelian bahan baku impor dengan prinsip efisiensi. Perseroan turut memacu pemenuhan kebutuhan komponen secara mandiri atau menambah porsi pembelian dari dalam negeri.
Menghadapi dinamika geopolitik dan tantangan makroekonomi tahun ini, produsen filter dan radiator ini tetap mematok target kinerja yang positif.
Ang Andri menyatakan bahwa perseroan membidik pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada level single digit untuk tahun buku 2026.
“Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada level single digit di tahun 2026, dengan tetap menjaga profitabilitas dan keberlanjutan kinerja usaha di tengah dinamika geopolitik,” ungkapnya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.