Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Menakar Daya Tahan Vale (INCO) Hadapi Penurunan Produksi Nikel
Lihat Foto
Premium

Menakar Daya Tahan Vale (INCO) Hadapi Penurunan Produksi Nikel

Seberapa kuat daya tahan saham Vale Indonesia (INCO) menghadapi penurunan produksi nikel perseroan?
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com
20 April 2022 | 13:57 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Rilis data produksi nikel PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) kuartal I/2022 yang menggambarkan tren penurunan langsung bikin pasar modal bereaksi. Harga saham emiten terasosiasi BUMN PT Indonesia Asahan Alumunium Persero (Inalum) tersebut terkoreksi 2,59 persen ke posisi Rp8.450 per lembar pada sesi pertama perdagangan Rabu (20/4/2022).

Sebagai konteks, INCO melaporkan bahwa total produksi mereka sepanjang kuartal I/2022 berkisar 13.827 ton. Jumlah ini menggambarkan penurunan 19 persen dari posisi 17.015 ton secara kuartalan, serta 9 persen dari posisi 15.198 secara year on year (yoy).

Penurunan tersebut terjadi akibat masih berlangsungnya proyek pembangunan kembali tanur listrik 4, salah satu fasilitas produksi perseroan. Menurut Presiden Direkur INCO Febriany Eddy, perusahaannya tidak punya pilihan selain menerima konsekuensi ini, mengingat pembangunan tanur 4 dinilai penting bagi keberlanjutan dan keamanan produksi perseroan.

Tetapi, Febriany mengatakan bahwa perusahaan telah menyiapkan ancang-ancang untuk berakselerasi begitu pembangunan selesai pada Mei 2022 mendatang. Karenanya, sampai dengan artikel ini rilis INCO belum mengubah target produksi nikel untuk tahun Macan Air.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
Berlangganan Sekarang
back to top To top