Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Eka Tjipta Widjaja (keempat dari kiri).Foto: Dokumentasi Sinar Mas
Lihat Foto
Premium

Jejak Kongsi Salim dan Sinarmas di Minyak Goreng yang Berujung Perceraian

Grup Salim dan Grup Sinarmas sempat berkongsi untuk merintis bisnis sawit dan minyak goreng, sebelum akhirnya bercerai 8 tahun kemudian.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com
23 Februari 2022 | 14:26 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Nama dua konglomerasi yakni Grup Salim dan Grup Sinarmas telah kondang sebagai raja industri sawit, terutama minyak goreng di Indonesia.

Grup Salim saat ini tercatat memiliki lini usaha di bidang kelapa sawit dan produk turunannya lewat PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP). Sementara itu Grup Sinarmas memiliki Golden Agri-Resources Ltd dan anak usahanya yakni  PT Sinar Mas Agro Resources & Technology Tbk (SMAR).

Kedua grup usaha tersebut pun, saat ini secara tak langsung terlibat dalam persaingan di industri minyak kelapa sawit, terutama minyak goreng. Sekadar informasi, Grup Salim yang didirikan Sudono Salim saat ini memiliki merek minyak goreng Bimoli, Bimoli Spesial, Delima, dan Happy. Sedangkan Grup Sinarmas yang didirikan Eka Tjipta Widjaja memiliki merek Kunci Mas dan Filma.

Namun, sebelum terlibat persaingan di pasar minyak goreng, keduanya rupanya sempat berkongsi dalam merintis bisnis tersebut. Bahkan perkongsian awal Grup Salim dan Grup Sinarmas sempat melibatkan taipan lain yakni Sukanto Tanoto lewat Royal Golden Eagle (RGE).

Seperti dikisahkan dalam buku Liem Sioe Liong dan Salim Grup, Pilar Bisnis Soeharto yang ditulis Richard Borsuk dan Nancy Chng (2016:306), kongsi itu berawal dari keinginan Grup Salim untuk terjun ke bisnis kelapa sawit yang pada era 1980an berkembang.

Sadar akan pengetahuan tentang bisnis sawit yang terbatas, anak sulung Sudono Salim yakni Anthoni Salim, memutuskan menggandeng Sukanto Tanoto. Adapun, Tanoto tercatat menjadi salah satu perintis bisnis sawit di Indonesia ketika mendirikan PT Inti Indo Sawit Sejati pada 1970.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top