Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Suasana pekerja di ruang produksi pabrik rokok PT Digjaya Mulia Abadi (DMA) mitra PT HM Sampoerna, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (16/6/2020). - Antara / Siswowidodo
Lihat Foto
Premium

Harga Rokok Naik 2022, Intip Manuver Blackrock & Vanguard di HMSP

Komposisi kepemilikan Blackrock dan Vanguard di saham HM Sampoerna berubah menjelang kenaikan harga rokok awal Januari 2022.
M. Nurhadi Pratomo & Annisa Saumi
M. Nurhadi Pratomo & Annisa Saumi - Bisnis.com
03 Januari 2022 | 19:15 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Prospek emiten rokok yang dibayangi kenaikan harga pada 2022 tidak menghalangi perusahaan aset manajemen sekelas Blackrock dan Vanguard untuk bermanuver di saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP).

Harga rokok resmi naik terhitung mulai Sabtu (1/1/2022). Ketentuan itu sejalan dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 192/PMK.010/2021 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau Berupa Sigaret, Cerutu, Rokok Daun atau Klobot, dan Tembakau Iris.

Dalam paparan pertengahan Desember 2021, Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan bahwa kenaikan cukai rata-rata rokok adalah 12 persen. Namun, untuk sigaret kretek tangan (SKT), Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kenaikan 5 persen sehingga ditetapkan maksmimum 4,5 persen.

Kenaikan tarif cukai rokok membuat harga jual eceran per bungkus naik. Sesuai dengan merek rokok yang beredar harga per bungkusnya beragam dengan yang tertinggi Rp40.100/bungkus (isi 20 batang).

Adapun, untuk SKM golongan I, harganya mencapai Rp38.100/bungkus.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top