Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pegawai money changer merapikan uang nominal Rp50.000 dan Rp100.000 di Jakarta, Indonesia, Selasa (18/8/2020). - Bloomberg/Dimas Ardian
Lihat Foto
Premium

Historia Bisnis : Grup Salim Kepincut Perusahaan Pulp & Kertas Filipina

Sejumlah grup konglomerasi kakap tertarik untuk meminang salah satu perusahaan pulp dan kertas terbesar di Asia Tenggara.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com
16 November 2021 | 20:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Grup Salim bersaing dengan kelompok usaha Sinarmas, Siam Group (Thailand), adn Marubeni Corp (Jepang) untuk meminang 70 persen saham perusahaan pulp dan kertas terbesar di Asia Tenggara.

Pemerintah Filipina memiliki rencana untuk melepaskan 70 persen kepemilikannya di perusahaan pulp dan kertas, Paper Industries Corp. of the Philipines (Picop) 28 tahun silam.

Picop merupakan perusahaan milik pemerintah Filipina yang disebut menguasai 70 persen produksi kertas di negara tersebut. Berdasarkan catatan Bisnis, komposisi kepemilikan pada akhir 1993 yakni 80 persen oleh pemerintah Filipina dan sisanya 20 persen milik keluarga Soriano dan konglomerat San Miguel Corp.

Divestasi kepemilikan Picop ternyata menarik minat beberapa kelompok usaha kakap di Asia termasuk Grup Salim milik konglomerat Sudono Salim.

Kabar tersebut menjadi salah satu bahan pemberitaan Koran Bisnis Indonesia edisi 16 November 1993 di artikel berjudul ‘Salim berniat beli 70% saham Picop senilai Rp170 miliar’.

Gilberto Vendiola, President Steniel Manufacturing Corp kala itu-yang merupakan perwakilan Salim Group di Manila-mengakui kelompok usaha Salim sangat tertartik membeli Picop.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top