Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Ilustrasi - Pekerja memasang komponen mobil. - Bloomberg / Kerem Uzel
Lihat Foto
Premium

Sinyal Negatif Harga Aluminium, Emiten Komponen Otomotif Lo Kheng Hong hingga Grup Astra Terpapar?

Ekspektasi perbaikan kinerja emiten komponen otomotif dibayangi dampak dari kenaikan harga aluminium.
Reni Lestari & M. Nurhadi Pratomo
Reni Lestari & M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com
15 September 2021 | 08:25 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Jalur pemulihan kinerja emiten komponen otomotif diadang oleh kenaikan harga aluminium yang berdampak terhadap beban biaya yang harus dikeluarkan oleh perseroan.

Sektor industri penunjang otomotif sejatinya tengah merasakan dampak kebijakan diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah alias PPnBM untuk mobil yang telah mengerek permintaan.

Sektor komponen otomotif mengaku optimistis relaksasi PPnBM berdampak positif setidaknya terhadap sisi utilitas. Aktivitas pabrikan lebih meningkat dibandingkan dengan tahun lalu meski belum mencapai level sebelum pandemi Covid-19.

Emiten komponen otomotif menjadi salah satu sektor yang terdampak oleh penyebaran virus corona. Bahkan, laporan keuangan hingga kuartal I/2021 menunjukkan kinerja perusahaan tercatat di sektor itu masih terkontraksi.

Saat sederet emiten masih berkelit untuk membalikkan kinerja pada 2021, kabar kurang sedap datang dari kenaikan harga salah satu komponen produksi yakni alumunium.

Harga aluminium diketahui melonjak hingga US$3.000 per ton di London Metal Exchange (LME), tertinggi dalam 13 tahun. Dilansir dari Bloomberg, harga komoditas tersebut telah naik 14 persen dalam tiga minggu terakhir dan 48 persen sepanjang tahun ini.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top