Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Kendati suku bunga turun, imbal hasil SUN masih tinggi yang membuat biaya bunga mahal. Namun, emiten tak mengendurkan niatnya untuk mencari modal. Brent Lewin - Bloomberg
Lihat Foto
Premium

Mengintip Efek Insentif PPh Bunga Obligasi ke Investor & Reksa Dana

Insentif keringanan pajak penghasilan (PPh) bunga obligasi digadang-gadang akan mengikis daya tarik instrumen reksa dana dalam jangka pendek.
Lorenzo A. Mahardhika & Ika Fatma
Lorenzo A. Mahardhika & Ika Fatma - Bisnis.com
10 September 2021 | 16:04 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Risiko mengintai industri reksa dana seiring dengan penerapan insentif keringanan Pajak Penghasilan (PPh) bunga obligasi untuk investor domestik.

Insentif PPh bunga obligasi tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 91 Tahun 2021 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan Berupa Bunga Obligasi yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak Dalam Negeri dan Bentuk Usaha Tetap yang berlaku per 30 Agustus 2021.

Pasal 1 beleid tersebut menyebut obligasi yang dimaksud adalah surat utang, surat utang negara, dan obligasi daerah yang berjangka waktu lebih dari 12 bulan yang diterbitkan oleh pemerintah atau nonpemerintah, termasuk surat yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah atau sukuk.

Selanjutnya, bunga obligasi tersebut yakni imbalan yang diterima atau diperoleh pemegang obligasi dalam bentuk bunga, ujrah atau fee, bagi hasil, margin, penghasilan sejenis lainnya, dan atau diskonto.

Sementara itu, Pasal 2 ayat 2 pada PP 91/2021 menetapkan tarif pajak yang bersifat final pada bunga obligasi ditetapkan sebesar 10 persen.

Pada pasal 3 ayat 1, pemerintah menetapkan ketentuan pengenaan pajak penghasilan yang bersifat final tidak berlaku untuk beberapa pihak.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top