Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pekerja mengambil gambar pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan ponselnya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/5/2020). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG pada Senin (11/5 - 2020) berakhir di level 4.639,1 dengan penguatan sekitar 0,91 persen atau 41,67 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya. ANTARA FOTO / Muhammad Adimaja
Premium

JP Morgan Ramal Efek IPO GoTo, Sektor Riil, Komoditas ke Bursa RI

09 Juni 2021 | 16:07 WIB
J.P. Morgan meyakini IHSG akan mampu menembus level 6.800 pada akhir 2021. Faktor apa saja pendorongnya?

Bisnis.com, JAKARTA — Perbankan investasi asal Amerika Serikat, J.P. Morgan, mengungkap tiga alasan utama untuk mengoleksi saham-saham asal Indonesia. Emiten mana jadi pilihan?

Awal Juni 2021, Tim J.P. Morgan yang beranggotakan Head of Indonesia Research & Strategy PT J.P. Morgan Sekuritas Indonesia Henry Wibowo, Rajiv Batra dari J.P. Morgan Securities Singapore Private, dan Arnanto Januri dari PT J.P. Morgan Sekuritas Indonesia mempublikasikan riset terbaru soal bursa saham Indonesia.

Tim Analis J.P. Morgan menuliskan satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh investor yakni kapan kasus Covid-19 di Indonesia akan naik setelah libur Lebaran 2021 pada 12 Mei 2021 hingga 16 Mei 2021. Para pelaku pasar ingin memastikan apakah lonjakan penderita Covid-19 akan setinggi periode Januari 2021.

Sampai dengan tiga pekan setelah Lebaran 2021, J.P. Morgan menilai kasus Covid-19 di Indonesia masih terkendali. Selain itu, tingkat okupansi rumah sakit kurang dari 40 persen atau lebih rendah dari 85 persen — 90 persen pada Januari 2021.

J.P. Morgan kini tidak menampik peran besar program vaksinasi yang tengah berlangsung memegang peranan penting dalam mencegah penyebaran virus corona. Tercatat, setidaknya sudah 27 juta penduduk telah divaksin dan 10,7 juta telah menerima vaksin sebanyak dua kali.

Di tengah perkembangan itu, J.P. Morgan mencatat IHSG telah rebound 5 persen dari posisi terendah pada Mei 2021. Dua faktor pendukung menguatnya indeks komposit adalah aliran masuk dana asing senilai US$200 juta sejak 21 Mei 2021 serta kepercayaan diri pasar terhadap kondisi pandemi Covid-19 yang lebih stabil.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top