Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT Vale Indonesia Tbk. di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2019). - ANTARA FOTO/Basri Marzuki
Premium

Panas Dingin Harga Nikel, Saham Vale (INCO) Bisa Tembus Rp6.000?

08 Juni 2021 | 16:07 WIB
Pergerakan saham Vale Indonesia alias INCO masih melempem di tengah pergerakan harga nikel yang volatil sepanjang periode berjalan 2021.

Bisnis.com, JAKARTA — PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) diprediksi akan mendapat berkah dari tren harga nikel yang masih terus menanjak. Mampukah saham perseroan menembus Rp6.000?

Di bursa global, harga nikel bergerak volatil secara year to date (ytd). Di bursa London, mineral logam yang menjadi salah satu bahan baku baterai kendaraan listrik itu sempat melesat ke level tertingginya pada tahun ini US$19.689 per ton pada 22 Februari 2021.

Sekitar 2 pekan berselang atau tepatnya pada 9 Maret 2021, nikel meluncur turun ke level US$15.907 per ton yang merupakan level terendah sepanjang tahun berjalan 2021.

Kendati demikian, berdasarkan data Bloomberg, harga nikel masih bergerak di teritori positif dengan penguatan 7,93 persen ytd. Pada penutupan perdagangan Jumat (4/6/2021) harga nikel di bursa London parkir di level US$18.003 per ton, naik tipis 0,73 persen.

Di tengah volatilitas pergerakan harga nikel, saham INCO parkir di level Rp4.600 akhir sesi Selasa (8/6/2021). Secara ytd, harga telah meluncur 9,80 persen.

Performa INCO di pasar saham itu berbanding terbalik dengan kinerja yang solid pada 2020. INCO menutup tahun lalu di level Rp5.100 setelah menguat 40,11 persen sepanjang tahun pandemi.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top