Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Layar monitor memperlihatkan pergerakan saham Unilever NV di NYSE, New York, AS, Jumat (17/2/2017). - Bloomberg/Michael Nagle
Premium

Kinerja Masih Lesu, Nasib Unilever (UNVR) Maju Mundur

30 April 2021 | 16:59 WIB
Kinerja PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) masih belum mampu bangkit dari zona merah, termasuk di sisi sahamnya, sejak tahun lalu. Bagaimana proyeksi dan strategi perusahaan ke depan?

Bisnis.com, JAKARTA — Langkah tertatih saham emiten raksasa PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) masih berlanjut. Terus merunduk sejak awal tahun, harga saham emiten konsumer tersebut kembali amblas ke level Rp6.000 per penutupan perdagangan, Jumat (30/4/2021). 

Nominal tersebut merupakan rekor terendah harga penutupan saham UNVR sejak awal tahun. Jika dirunut mundur, sepanjang tahun berjalan alias year-to-date (ytd), saham UNVR masih berada di zona merah karena telah mengalami pelemahan 19,73 persen dari posisi awal Rp7.475.

Penurunan yang terjadi dalam 24 jam terakhir turut dipicu rilis laporan keuangan pada Kamis (29/4). Dalam pembukuannya, Unilever Indonesia melaporkan bahwa perolehan laba mereka per akhir kuartal I/2021, berada di kisaran Rp1,69 triliun setelah susut 8,83 persen secara year-on-year (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya, yang senilai Rp1,86 triliun.

Merosotnya penjualan bersih menjadi pemantik utama rapor tersebut. Hingga 31 Maret 2021, sepanjang tahun berjalan, UNVR baru mengumpulkan pendapatan Rp10,28 triliun alias merosot 7,8 persen secara yoy dari posisi Rp11,15 triliun.

Presiden Direktur UNVR Ira Noviarti menyebut menurunnya pendapatan salah satunya disebabkan oleh masih bermunculannya kasus positif Covid-19 yang membuat pemerintah belum mencabut kebijakan pembatasan sosial.

Situasi saat ini disebutnya memang lebih baik dari kuartal kedua hingga kuartal keempat pada tahun lalu. Namun, jika dilihat secara tahunan alias dibandingkan dengan kuartal I/2020, kinerja perseroan dinilai bisa dimaklumi lantaran dampak pandemi baru terasa pada bulan ketiga tahun lalu.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top